Petition Closed
Petitioning Kementerian Kehutanan

Padamkan kebakaran hutan Tumbang Koling dan tangkap pelakunya.


Hutan desa Tumbang Koling merupakan merupakan habitat penting bagi 34 jenis burung dan 11 jenis mamalia langka seperti orangutan, beruang, owa dan kukang. Bagi masyarakat Dayak Ngaju, hutan tersebut sangat penting untuk menopang kebutuhan hidup sehari - hari. Mereka dapat memanen rotan, getah karet, tumbuhan obat dan berburu. Sayangnya, di atas peta, hutan yang kaya akan keanekaragaman hayati tersebut dinyatakan bukan sebagai kawasan hutan. Karenanya, pemerintah Kalimantan Tengah menjualnya kepada perusahaan kelapa sawit.

Selama 5 tahun terakhir, Centre for Orangutan Protection (COP) mendampingi masyarakat setempat untuk mempertahankan hutan tersebut. Kami mendirikan dan menjalankan Forest Defender Camp untuk menjaga hutan tersebut dari ekspansi perusahaan kelapa sawit dan penebang liar, merehabilitasi hutan yang sudah telanjur dirusak oleh perusahaan, mendampingi masyarakat untuk mendapatkan ganti rugi hingga konfrontasi langsung melawan perusahaan. Hasilnya, hutan dan seisinya masih bertahan, meskipun masalah demi masalah terus terjadi, misalnya konflik antar masyarakat yang sengaja diciptakan dan kriminalisasi para penjaga hutan. Gubernur Kalimantan Tengah juga telah menginstruksikan agar perusahaan menghentikan ekspansinya dan menyatakan kawasan tersebut status quo.

Situasi yang tak terduga terjadi di musim kemarau saat ini. Pada tanggal 4 Juli 2012 kami melihat kebakaran besar di bagian barat hutan. Tim APE Defender kami mencoba mendekati titik kebakaran tersebut. Sekelompok orang tak dikenal menghentikan dan mengusir kami.

Sudah seharusnya pemerintah bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan mengusut dugaan kejahatan ini. Hanya dengan penegakan hukum yang keras, teror untuk menghancurkan hutan desa Tumbang Koling dapat dihentikan. Sekarang ini adalah saat yang tepat. Bukti kejahatan sudah di depan mata. Tidak ada alasan untuk tidak menegakkan hukum.

Letter to
Kementerian Kehutanan
Saya baru saja menandatangani petisi berikut ini tertuju kepada: Kementerian Kehutanan.

----------------
Padamkan kebakaran hutan Tumbang Koling dan tangkap pelakunya.

Hutan desa Tumbang Koling merupakan merupakan habitat penting bagi 34 jenis burung dan 11 jenis mamalia langka seperti orangutan, beruang, owa dan kukang. Bagi masyarakat Dayak Ngaju, hutan tersebut sangat penting untuk menopang kebutuhan hidup sehari - hari. Mereka dapat memanen rotan, getah karet, tumbuhan obat dan berburu. Sayangnya, di atas peta, hutan yang kaya akan keanekaragaman hayati tersebut dinyatakan bukan sebagai kawasan hutan. Karenanya, pemerintah Kalimantan Tengah menjualnya kepada perusahaan kelapa sawit.

Selama 5 tahun terakhir, Centre for Orangutan Protection (COP) mendampingi masyarakat setempat untuk mempertahankan hutan tersebut. Kami mendirikan dan menjalankan Forest Defender Camp untuk menjaga hutan tersebut dari ekspansi perusahaan kelapa sawit dan penebang liar, merehabilitasi hutan yang sudah telanjur dirusak oleh perusahaan, mendampingi masyarakat untuk mendapatkan ganti rugi hingga konfrontasi langsung melawan perusahaan. Hasilnya, hutan dan seisinya masih bertahan, meskipun masalah demi masalah terus terjadi, misalnya konflik antar masyarakat yang sengaja diciptakan dan kriminalisasi para penjaga hutan. Gubernur Kalimantan Tengah juga telah menginstruksikan agar perusahaan menghentikan ekspansinya dan menyatakan kawasan tersebut status quo.

Situasi yang tak terduga terjadi di musim kemarau saat ini. Pada tanggal 4 Juli 2012 kami melihat kebakaran besar di bagian barat hutan. Tim APE Defender kami mencoba mendekati titik kebakaran tersebut. Sekelompok orang tak dikenal menghentikan dan mengusir kami.

Sudah seharusnya pemerintah bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan mengusut dugaan kejahatan ini. Hanya dengan penegakan hukum yang keras, teror untuk menghancurkan hutan desa Tumbang Koling dapat dihentikan. Sekarang ini adalah saat yang tepat. Bukti kejahatan sudah di depan mata. Tidak ada alasan untuk tidak menegakkan hukum.
----------------

Salam,