Bebaskan Siti Fadilah, Bersama Rakyat Lawan Corona

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP lahir di Surakarta, Jawa Tengah 6 November 1949. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan di masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono Periode 1.

Pada tahun 2007, beliau menulis buku yang berisikan konspirasi Flu Burung oleh Amerika Serikat dan organisasi WHO dalam mengembangkan senjata biologis dengan menggunakan virus flu burung. Buku yang ditulisnya ini menuai protes dari petinggi WHO dan Amerika Serikat. Selama menjabat menteri kesehatan, Siti Fadilah dianggap sukses menangani urusan kesehatan serta menjalin kerja sama dengan negara lain untuk menekan penyebaran wabah flu burung dan flu babi. Siti Fadilah juga disebut telah mengakhiri pengiriman virus flu burung ke labratorium WHO pada November 2006. Atas pemberhentian itu, Indonesia dan WHO sepakat untuk melakukan cara baru dalam pengiriman virus dan akses vaksin ke negara berkembang.

Namun kini beliau harus mendekam di dalam penjara karena kasus korupsi yang sampai saat ini masih menjadi polemik berbagai pihak. Dikutip dari suara.com Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menceritakan keluh kesahnya kepada Deddy Corbuzier terkait tuduhan kasus korupsi yang menjeratnya.

Siti berkeyakinan dirinya tidak menerima sepeserpun uang sebagai mana tuduhan yang ada. Bahkan ia dihukum tanpa ada bukti dan saksi yang memberatkannya.Hal tersebut diungkapkannya dalam video podcast yang diunggah ke kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Kamis (21/5/2020).

"Ibu dipenjara karena dituduh korupsi? Sebesar 6 miliar? 1,3 miliar?" tanya Deddy.

"Saya itu tidak menerima sepeserpun," ujar Siti Fadilah yang saat itu sedang di rumah sakit.

"Betul, tapi ibu dituduh?" tanya Deddy lagi.

"Yang 6 miliar itu adalah kerugian negara dan oleh Eselon II saya. Eselon dua saya sudah membayarlah dan dia tidak dihukum," tutur Siti kepada Deddy Corbuzier.

 
Menurut Siti, ia dituduh membantu bawahannya dalam praktik korupsi.

"Saya dituduh membantu dia, saya dihukum. Dan itu tidak ada bukti, tidak ada saksi," ujar Siti.

 
Ia menjelaskan bahwa yang terjadi saat di pengadilan, jaksa penuntun umum memilih untuk mengabaikan fakta pengadilan.

"Kemudian hakimnya mengatakan saya memutuskan tanpa bukti," kata Siti.

Di tengah Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini pengalaman dan keberanian dari ibu Siti Fadilah sangat diperlukan terlebih atas keberhasilan beliau dalam menangani flu burung. Namun sayangnya program pembebasan Napi yang dilakukan Kementrian Hukum dan Ham tidak diterima oleh beliau. Padahal usia beliau yang sudah rentan terkena penyakit. Banyak pihak yang mengusulkan Menteri Hukum dan HAM Yassona Laolay menggunakan diskresi untuk membebaskan Siti. Alasannya Siti kini berusia lebih dari 70 tahun dengan berbagai penyakit bawaan yang membuatnya rentan terinfeksi virus Corona di penjara. Bukan hanya soal itu saja tapi kemampuan  yang dimiliki oleh beliau bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan pandemi yang terjadi saat ini.

Dikutip dari mediaindonesia.com MEDICAL Emergency Rescue Committee (MER-C) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera membebaskan Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009, Siti Fadilah Supari. Hal itu dilakukan agar Siti Fadilah dapat memberikan sumbangan pemikirannya dalam penanganan covid-19.

"Beliau salah satu puteri terbaik bangsa, yang mengerti menangani wabah dan pandemi," kata Presidium dan Dewan Pendiri MER-C Yogi Prabowo kepada Media Indonesia, Senin (20/4).


Yogi menjelaskan, mengingat pengalaman Siti Fadilah dalam menghadapi virus Flu Burung di Indonesia pada 2005 dan keberhasilan Siti dalam membuka wawasan bagi negara negara lain di dunia dalam penanganan virus.

Siti Fadilah dinilai mampu untuk membantu menghadapi pandemi covid-19 yang masih banyak menyimpan berbagai misteri.Yogi menyatakan, integritasnya juga sudah teruji dalam menghadapi pandemi flu babi.

"Sikap kritis beliau mendapat apresiasi dari berbagai negara lainnya dan dianggap menyelamatkan dunia dari bahaya konspirasi virus dunia," kata Yogi.

Oleh karena itu lewat petisi ini kami meminta dan medesak semua pihak agar dapat membebaskan ibu Siti Fadilla dan melibatkan beliau dalam penyelesaian wabah Covid-19 di Indonesia. Dengan berbekal keberanian dan pengalaman beliau serta diiringi oleh itikad baik dan kerja sama antar berbagai pihak maka kita semua yakin Indonesia dapat mengatasi Pandemi ini dengan caranya sendiri.