Tiket Pesawat Terus Naik. Direktur Utama Garuda Indonesia Segera Turun!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Semenjak akhir tahun lalu, dua maskapai penerbangan nasional yang menguasai langit Indonesia, yakni grup usaha Garuda Indonesia (Garuda Indonesia, Citilink dan Sriwijaya Air) dan grup usaha Lion Air (Lion Air, Batik Air dan Wings Air) telah menaikkan harga tiketnya.

Pada awal tahun 2019, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memanggil pihak Garuda Indonesia dan Lion Air untuk membahas tingginya tingkat harga tiket pesawat. Pihak KPPU mencurigai adanya kolusi antara Direktur Utama Garuda Indonesia dan Pemilik dari Lion Air. Sementara itu, sejak harga tiket naik, jumlah penumpang dan lalu lintas perjalanan udara berkurang hingga 1,45 juta orang (data BPS Januari 2019).

Di lain pihak, harga tiket Air Asia tidak mengalami kenaikkan yang signifikan. Hal ini berbeda dengan Garuda Indonesia dan Lion Air yang justru menaikkan harga tiketnya secara luar biasa. Artinya, sebenarnya tidak ada alasan untuk kenaikan harga tiket pesawat ini (misalnya biaya avtur, kurs, asuransi, maintenance dll), karena buktinya Air Asia tetap bisa mempertahankan harganya terjangkau masyarakat.

Asosiasi maskapai penerbangan yang tergabung dalam Indonesia Nationa Air Carrier Association (INACA) menyatakan akan menurunkan harga tiket pesawat. Penurunan harga itu bervariasi mulai dari 20% hingga 60%. Pada 13 Februari 2019, Presiden Jokowi memanggil sejumlah Menteri terkait untuk membahas mahalnya harga tiket pesawat. Namun hanya selang bebarapa hari kemudian, Garuda Indonesia kembali menaikkan harga tiketnya, bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.

Atas semua itu, dampaknya berimbas ke semua wilayah di Indonesia. Dengan kenaikan harga tiket Garuda Indonesia yang sangat cepat dan terlalu tinggi, mencekik masyarakat Indonesia yang akan bepergian menggunakan pesawat disaat liburan akhir pekan atau mudik lebaran mendatang.

Banyak pelaku industri UMKM, pengusaha hotel dan restoran menjerit akibat naiknya harga tiket Garuda Indonesia. Industri UMKM banyak yang rugi akibat sepinya pembeli, sementara itu hotel-hotel di sejumlah tempat tujuan wisata mengalami penurunan jumlah pengunjung secara drastis.

Mari kita ajukan petisi agar Garuda Indonesia lebih memikirkan kemajuan pariwisata Indonesia dan kemampuan masyarakat Indonesia dalam membeli tiket pesawat dan mobilitas logistik UMKM. Kami minta Garuda Indonesia untuk tidak ikut-ikutan pihak Swasta khususnya Lion Air Group untuk menaikkan harga tiketnya.

Garuda Indonesia sebagai badan usaha milik Negara, seharusnya membela kepentingan masyarakat Indonesia, bukannya tunduk kepada kepentingan Swasta. Kami minta segera turunkan harga tiket Garuda Indonesia. Kalau manajemen masih ngotot, kami minta kepada Presiden Jokowi untuk segera mengganti Direktur Utama Garuda Ari Ashkara yang telah menjadi pemicu naiknya harga tiket Garuda Indonesia dan efek multipliernya terhadap berbagai sendi perekonomian Indonesia.



Hari ini: Sandi mengandalkanmu

Sandi Priambodo membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kementerian BUMN: Tiket Pesawat Terus Naik. Direktur Utama Garuda Indonesia Segera Turun!". Bergabunglah dengan Sandi dan 91 pendukung lainnya hari ini.