Hapuskan Kewajiban Fieldtrip Untuk Mahasiswa

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Di beberapa Perguruan Tinggi (Negeri maupun Swasta) di Indonesia membuat kebijakan tak tertulis yang mewajibkan mahasiswa Pascasarjana mengikuti kegiatan fieldtrip (studi tour) dalam/luar negeri. Meskipun kegiatan tersebut tidak masuk SKS, tetapi berdampak bagi mereka yang memiliki keuangan terbatas, sehingga orang-orang berekonomi lemah semakin terbebani dengan biaya pendidikan yang mahal.

Kementerian Agama sebagai lembaga yang membawahi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang membawahi Perguruan Tinggu Umum, beserta seluruh Rektor Perguruan Tinggi Indonesia sebagai pemegang kebijakan tertinggi di Perguruan Tinggi masing-masing, harus melakukan kontrol dan memiliki sense of crisis dengan tidak menjadikan PT sebagai alat pemerasan dan penindasan baru bagi orang-orang miskin, PT harus kembali pada fungsi awalnya sebagai institusi pendidikan yang bertujuan mengembangkan nilai-nilai humanisme. Salah satunya adalah dengan menghapuskan kewajiban Fiedtrip yang membebani mahasiswa miskin.

Dampak kewajiban fieldtrip ini, sebenarnya telah lama dikeluhkan di beberapa kampus (tidak semua kampus menerapkannya) oleh mahasiswa, dan Tahun 2017 ini tepatnya tanggal 14 Maret 2017, beberapa mahasiswa pascasarjana IAIN Metro dinyatakan gagal mengikuti wisuda tanggal 21 Maret 2017, karena mereka tidak mengikuti fieldtrip ke Malaysia, Thailand dan Singapura di akhir tahun 2016 yang lalu. Anehnya, sejak pendaftaran wisuda dibuka tanggal 6 s/d 10 Maret 2017, mereka mendaftar 7 Maret 2017 dan diterima (foto pengumuman dan kwitansi terlampir), sehingga mereka dengan percaya diri mengabarkan keluarganya di Kampung, karena sebelumnya memang tidak ada masalah dengan ketidakikut-sertaan mereka di fieldtrip. Baru, menjelang seminggu sebelum wisuda, nama mereka ternyata tidak keluar dalam daftar yang bisa mengikuti wisuda, saat diklarifikasi alasannya quota wisuda penuh dan setelah di desak dan membandingkan dengan pendaftar wisuda yang justeru terakhir daftar, barulah diketahui bahwa alasan sebenarnya adalah karena mereka tidak mengikuti fieldtrip.

Sekali lagi untuk tidak menambah deretan mahasiswa yang akhirnya gagal mengikuti wisuda, para pemangku kebijakan seperti tersebut agar memantau setiap PT yang berada di bawah kebijakannya untuk meminta menghapus kebijakan yang mewajibkan mahasiswa mengikuti fieldtrip, kecuali atas usulan mahasiswa sendiri!



Hari ini: Rahmatul mengandalkanmu

Rahmatul Ummah membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kementerian Agama Republik Indonesia: Hapuskan Kewajiban Fieldtrip Untuk Mahasiswa". Bergabunglah dengan Rahmatul dan 35 pendukung lainnya hari ini.