Freelance Dunia Pariwisata

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Semua pasti tahu, dunia pariwisata Bali luluh lantak karena pandemi yg terjadi secara global. Namun saat ini pemberiaan donasi hanya kepada perusahaan² penyokong pariwisata seperti hotel, restaurant, dan moda transportasi.

Namun bagaimana halnya dengan freelance yg telah menyokong pariwisata secara terus menerus dan telah melakukan bagiannya sendiri dalam melakukan promosi pariwisata ?

Kontribusi mereka tidak dapat di pandang sebelah mata, karena kebanyakan tamu yg datang akan mencari freelance ini secara personal berdasarkan rekomendasi dari teman² mereka.

Mereka² adalah pilar pariwisata yg terlupakan dan mungkin memang sengaja dilupakan hanya karena administrasi.

Mereka juga berhak untuk mendapat pengalangan donasi untuk menyambung hidup. 

Mereka² ini telah membentuk paguyuban atau organisasi mandiri dengan harapan akan dikenali sebagai salah satu penyokong pariwisata Bali.

Mereka dengan sukarela telah mempromosikan pariwisata Bali tanpa bantuan dari pemerintah atau dinas terkait, dan mereka telah berhasil menarik minat wisatawan utk datang ke Bali.

Terlepas dari mereka bukan perusahaan, tapi kontribusi mereka tidak bisa di pandang sebelah mata.

Disaat seperti ini kemana mereka harus mengadu ?