Perbanyak Akses Tes COVID-19, Gratiskan Biayanya dan Kawal Pelaksanaannya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 35.000.

Wijatnika Ika
Wijatnika Ika menandatangani petisi ini


Wabah COVID-19 di Indonesia makin merebak. Dalam 2 minggu setelah kasus pasien 01 diumumkan, kini udah ada 227 orang positif COVID-19. (*) Menurut prediksi Tim PPMS ITB (Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung) akan ada sekitar 8.000 kasus COVID-19 di Indonesia dalam beberapa pekan ke depan, sama seperti yang terjadi di Korea Selatan.(**)

Menurut Kementerian Kesehatan, gejala Covid-19 adalah demam, batuk pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu. Tapi, ada juga orang yang terinfeksi yang nggak menunjukkan gejala apapun. Misalnya Idris Elba(***) dan 3 atlet NBA. (****)

Orang-orang yang nggak sadar sudah terinfeksi COVID-19 itu bisa membahayakan orang lain yang rentan, seperti lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit  jantung, diabetes, kanker, hiv dan yang sistem imunnya rendah. 

Saya dan teman-teman saya kepikiran banget dengan orang tua kami yang sudah lanjut usia. Kalian juga pasti punya orang terdekat yang saat ini masuk dalam kelompok rentan terinfeksi COVID-19. 

Tes gratis dan mudah saat ini semakin diperlukan. Mungkin kita bisa belajar dari Korea Selatan, mereka lakukan pemeriksaan massal secara gratis lewat layanan drive-thru. Para tenaga kesehatan bisa memproses sekitar 15 ribu hasil tes setiap hari dari 50 stasiun pemeriksaan yang disediakan pemerintah.(*****)

Nah, gimana cara tahu kalau kita sudah tertular atau tidak? Tentu harus dites. Tapi, di mana? Berapa biayanya?

Sempat beredar informasi kalau kita harus keluar biaya untuk tes Corona Rp 700 ribu di rumah sakit rujukan.(******) Bukan hanya harganya yang mahal, tapi aksesnya juga susah. Salah seorang teman saya baru pulang dari Jepang, malah ditolak salah satu rumah sakit rujukan waktu mau tes COVID-19. 

Kalau untuk tes aja harus keluarin biaya ratusan ribu, bagaimana warga dengan ekonomi rendah bisa terhindar dari corona? Belum lagi ngomongin soal akses tes yang terbatas.

Kalau untuk tes aja dipersulit, gimana cara antisipasi dan kurangi penyebaran virus?

Saya memulai petisi ini untuk meminta Menteri Kesehatan segera membuat kebijakan untuk gratiskan dan perbanyak akses untuk tes COVID-19 bahkan bagi orang tanpa indikasi. 

Saya percaya jika pemerintah dan masyarakat saling bergandeng tangan menghadapi pandemi ini, maka keadaan akan membaik. Indonesia pasti bisa! 

Terima kasih, 

Wijatnika Ika

Tanda (*) adalah sumber berita.