Petition update

Menkes Budi Bakal Perbaiki Strategi Testing, Terus Kawal!

Pandemic Talks
Indonesia

Jan 7, 2021 — 

Kemarin, akhirnya Menteri Kesehatan kita muncul untuk menjawab berbagai pertanyaan yang kita miliki. 

Di acara Mata Najwa, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjawab keprihatinan kita terkait testing dan kapasitas laboratorium Covid-19 di Indonesia.

Menkes mengakui, walaupun angka tes Covid-19 di Indonesia sudah tinggi, penyebarannya tidak merata. Sehingga, ia mengatakan bahwa ke depannya, Peraturan Menteri Kesehatan akan sesuai dengan strategi testing yang baik.

Strategi yang baik, menurut Menkes, adalah yang bertujuan untuk mengurangi penularan. Caranya, dengan melakukan tes kepada mereka yang merupakan suspek, serta juga mengetes kerabat dekat orang-orang yang positif Covid-19. 

Menkes akan memanfaatkan penggunaan rapid test antigen sebagai alat deteksi awal bagi OTG dan kontak erat sebelum dilakukan PCR. Menkes juga mengatakan bahwa ia akan memastikan tes PCR bisa tersebar ke seluruh 514 kabupaten dan kotamadya yang ada di Indonesia.

Tentu saja, kabar ini adalah kabar baik. Apalagi, mengingat vaksinasi yang katanya akan dilakukan sebentar lagi, harus dibarengi dengan strategi 3T (testing, tracing, treatment), 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan protokol VDJ (ventilasi, durasi, jarak).

Tapi, kita harus terus kawal Pak Menkes, sampai akhirnya benar-benar dikeluarkan kebijakan dan langkah konkret untuk memastikan testing yang merata di seluruh Indonesia. 

Salam,


PandemicTalks


Keep fighting for people power!

Politicians and rich CEOs shouldn't make all the decisions. Today we ask you to help keep Change.org free and independent. Our job as a public benefit company is to help petitions like this one fight back and get heard. If everyone who saw this chipped in monthly we'd secure Change.org's future today. Help us hold the powerful to account. Can you spare a minute to become a member today?

I'll power Change with $5 monthlyPayment method

Discussion

Please enter a comment.

We were unable to post your comment. Please try again.