Kurangi Tugas Perpanjang Deadline

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Sebenarnya tugas sekolah adalah sebuah pekerjaan tambahan dari para bapak/ibu guru yang di tujukan kepada siswa/siswi di sekolah. Dahulu PR (Pekerjaan Rumah) adalah bagian penting untuk melatih skill, menambah kemauan untuk membaca, dan bisa menguasai materi pembelajaran yang telah di berikan dari bapak/ibu guru di sekolah. Namun dari pengamatan dan berita yang kerap didengar bahwa tugas yang terlampau banyak sekolah dapat memberikan efek negatif terhadap siswa/siswi. Dari hasil pengamatan, telah memperoleh data sebesar 48% mengakui, jika PR yang diterima ternyata membebani mereka dalam beraktivitas di rumah apalagi di saat pandemi COVID-19 seperti ini.


Biasanya siswa-siswi ini "mengadukan keresahannya" Dengan membuat status di media sosial seperti FB, WA, Instagram dan masih banyak lagi. Tapi, realitanya mereka berpura-pura bersikap tegar. Kemudian sambil menggegamkan tangan dan berkata “aku anak kuat” ada bahkan sampai melakukan bunuh diri dengan minum racun, menggantungkan diri, dan beberapa lainnya. Source : https://indotimur.com/hukrim/seorang-siswa-smk-di-kota-ternate-ditemukan-tewas-gantung-diri-di-dalam-rumah


Jika dilihat dan di cermati dari kacamata pelajar, apalagi sejak kondisi pandemi ini, mengharuskan para pelajar hampir di seluruh jenjang pendidikan belajar di rumah atau dengan online, maka kita bisa sama sama mengetahui bahwa setiap dari mereka "mau tidak mau" Tetap harus berhadapan dengan tugas yang tidak berkurang kuantitasnya bahkan bisa lebih dari biasanya apabila di bandingkan dengan tugas yang mereka terima saat offline


Awalnya mereka mengeluh dengan jaringan interne ketika sedang dalam kelas online, lalu meningkatnya kuantitas PR yang rata rata memiliki 11-12 mata pelajaran, lalu bertambah lagi dengan kewajiban siswa-siswi ketika di rumah untuk membatu orang tua "bekerja" juga, belum lagi jika siswa-siswi kesulitan mengerjakan belum tentu orang tua bisa membantu tugas anaknya sedangkan orang tua tersebut mempersiapkan bahan untuk berjualan, bekerja, dan lain sebagainya, dan yang terakhir adalah masalah deadline waktu yang sangat sempit.


Masalah penugasan yang menumpuk dan tenggat waktu yang singkat ini memberikan tekanan yang sangat tinggi yang menimbulkan "masalah" besar dan bisa memberikan dampak yang serius pula kepada pola pikir siswa yang menimbulkan gejala stress, frustasi, emosi, depresi dan berujung pada bunuh diri.


Mari dukung petisi ini agar bisa menjadi sebuah harapan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia dengan mengurangi penugasan pada siswa-siswi agar menghilangkan masalah dari sebuah tugas yang banyak dan tenggat waktu yang singkat.