Kemendikbud - Hilangkan Persyaratan Yang Mendiskriminasi untuk Menjadi Duta Bahasa.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


"Setiap orang ... berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia". "Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya" (UUD 1945)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2017 ini pemilihan Duta Bahasa bergulir kembali di hampir semua provinsi di Indonesia. Ini adalah angin segar bagi sebagian generasi muda kita. Mereka mendapat peluang untuk mengembangkan diri dan berkontribusi kepada daerah dan negara dalam urusan kebahasaan dan kesastraan. Sayangnya, kebahagiaan ini tidak bisa dirasakan oleh semua anak negeri yang potensial dan mau berkontribusi. Yaitu anak-anak negeri yang tidak berpenampilan menarik dan tidak memilki tinggi dan berat badan seperti orang kebanyakan. 

Riset kecil-kecilan yang kami lakukan tentang persyaratan menjadi Duta Bahasa kental aroma diskriminasi dan terkesan ekslusif.

Mensyaratkan berat badan proporsional, tinggi badan tertentu, dan berpenampilan menarik tidak hanya mengusik rasa keadilan tetapi juga menohok akal sehat kita. Menurut Kemendikbud sendiri, tujuan diadakannya duta Bahasa adalah "untuk meningkatkan peran generasi muda dalam memantapkan fungsi bahasa sesuai dengan ranah pengunaannya masing-masing guna memperkuat jati diri dan daya saing bangsa". Karena itu, mereka yang tepilih sebagai Duta Bahasa esensinya adalah mereka yang memiliki kepekaan dan aktif untuk turut menggalang dan melestarikan bahasa, khususnya bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah. Lantas, apa coba hubungan berat badan, tinggi badan dan berpenampilan *menarik (*asumsi publik tentang berpenampilan adalah mereka yang terlihat ganteng atau cantik) dengan pencapaian tujuan di atas?

Ada banyak alasan mengapa kita harus menghapus persyaratan yang kental akan aroma diskriminasi ini. Beberapa diantaranya yang fundamental adalah:

1. Ajang Duta Bahasa dibiayai dari uang negara, dalam hal ini sangat mungkin uang pajak dari rakyat. Sungguh tidak adil menghilangkan hak sebagian warga negara untuk mengikuti ajang Duta Bahasa ini hanya karena fisik mereka.

2. Melanggar UUD 1945 tentang hak asasi manusia sebagaimana dalam Bab X: 

Pasal 28 B point 2
- Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dan kekerasan dan diskriminasi.
Pasal 28 C poin 1 dan 2
- Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
- Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

3. Mensyaratkan tinggi badan tertentu bertentangan dengan undang-undang no 40 tahun 2008 tentang diskriminasi ras dan etnik. Ada banyak ras dan etnik di Indonesia memiliki tinggi badan di bawah persyaratan di atas.

4. Bertentangan dengan Universial Declaration of Human Right (1948) dalam pasal-pasalnya seperti :

(Pasal 1) sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikaruniai akal budi dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.

(Pasal 2 ayat 1) setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum tanpa terkecuali apapun seperti bangsa, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik, dll.

5. Menulis secara terbuka persyaratan diatas akan memiliki dampak psikologis kepada adik-adik kita, anak-anak kita, pemuda-muda kita yang cerdas, berbakat dan berpotensi tapi tidak dikaruniai fisik yang sempurna.

6. Ajang Duta Bahasa adalah platform mengadu intelektualitas, visi, dan kecintaan kepada bangsa, bukan ajang beauty contest atau ajang pageant contest. 

http://www.lombaapasaja.com/2017/03/pemilihan-duta-bahasa-2017-hadiah-uang.html
http://balaibahasakalbar.web.id/2017/02/pemilihan-duta-bahasa-kalimantan-barat-2017/
http://www.berkasedukasi.com/2017/03/pemilihan-duta-bahasa-dki-jakarta-tahun.html
https://kantorbahasakepri.wordpress.com/2016/04/06/pemilihan-duta-bahasa-kepulauan-riau-tahun-2016/
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1478443865561321&set=pcb.1478443912227983&type=3&theater
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1867537800190133&set=a.1460733124203938.1073741833.100008017930718&type=3&theater

MARI MENJADI INKLUSIF BAGI SEMUA ANAK-ANAK NEGERI.

“If we are to achieve a richer culture, we must weave one in which each diverse human gift will find a fitting place.” (Margaret Mead)

“Equality is the public recognition, effectively expressed in institutions and manners, of the principle that an equal degree of attention is due to the needs of all human beings.” (Simone Weil)

“Being disabled should not mean being disqualified from having access to every aspect of life.” (Emma Thompson)

Salam,

Yamin
Yamin.toel@gmail.com 

 



Hari ini: Yamin mengandalkanmu

Yamin Yamin membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kemendikbud & Kantor2 Bahasa - Hilangkan Persyaratan Yang Mendiskriminasi untuk Menjadi Duta Bahasa.". Bergabunglah dengan Yamin dan 18 pendukung lainnya hari ini.