Stabilkan Harga Komoditas Biji Kopi Gayo

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kopi merupakan komoditas pertanian yang ada di Dataran tinggi Tanah Gayo. Tingkat kesuburan tanah serta curah hujan yang stabil menjadikan kopi tumbuh subur. Kopi menjadi denyut nadi masyarakat Gayo. 80% masyarakat Gayo menggantungkan hidupnya dari hasil kopi. Kendati demikian, harga kopi masih bersifat fluktuatif. Kodisi ini berimbas cukup substansial bagi petani kopi.
Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya harga kopi adalah faktor alam (bencana, wabah dll). Kendati demikian bukan berarti pemerintah hanya bisa diam saja menerima keadaan tersebut. setidaknya pemerintah juga mempersiapkan diri sebelum kondisi itu terjadi. Seperti pribahasa yang masyhur di kalangan masyarakat ‘sedia payung sebelum hujan’, sehingga harga kopi tetap stabil, jika pun terjadi penurunan maka penurunan tersebut tidak secara signifikan.

Dewasa ini, pandemic merupakan salah satu faktor yang memiliki andil yang cukup besar dalam penuruan harga kopi, seluruh dunia membatasi setiap kegiatan masyarakatnya. Kondisi ini berimpilkasi pada permintaan yang menurun sedangkan penawaran membludak yang menyebabkan harga kopi anjlok di kalangan petani. Saat ini harga kopi gelondong (kopi merah) berkisar antara Rp. 5.000,00 – Rp. 6.000,00 per-bambu. Harga ini merupakan setengah dari harga normal dengan range Rp. 9.000,00 – Rp. 11.000,00.

Oleh karena itu, kami mendorong Pemerintah untuk melihat kondisi secara lebih serius, karena fenomena turunnya harga kopi terus terjadi secara berkala meskipun pandemic tidak melanda. Pemerintah harus membuat sebuah kebijakan yang dirasa mampu menstabilkan harga komoditas kopi. Kami mengharapkan pemerintah segera menemukan solusi terkait hal ini, serta merealisasikan solusi tersebut secepatnya.