Jangan Petieskan Kasus Dugaan Korupsi Pejabat Bea Cukai

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Kemiskinan masih menjadi persoalan berat yang dihadapi bangsa ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2017 mencapai 26,58 juta orang. Melihat fakta itu, siapa pun rezim yang berkuasa, sudah seharusnya menempatkan upaya pengentasan kemiskinan sebagai prioritas dalam program kerja mereka.

Ironisnya, di tengah kerja keras Presiden Joko Widodo melakukan pembangunan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat Indonesia, justru praktek korupsi merajalela. Para koruptor tanpa rasa malu, memperkaya diri sendiri, kerabatnya, dan kelompoknya dengan cara merampok uang negara.

Salah satu kasus dugaan korupsi yang masih mengambang adalah temuan Kejaksaan Agung di Kantor Bea Cukai Malang. Jumlah uang negara yang diduga dirampok terbilang besar, yaitu Rp 22,7 milyar. Seperti sudah ramai diberitakan, dalam kasus dugaan korupsi di Kantor Bea Cukai Malang, Kejaksaan Agung menuding mantan Kepala Kantor Bea Cukai Malang Sugeng Apriyanto yang sekarang ini sudah naik jabatan menjadi Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis Bea dan Cukai sebagai pelaku tindak pidana korupsi.

Menurut Kejaksaan Agung, seperti dimuat dalam Surat Perintah Penyelidikan yang telah dipublikasikan dalam berita-berita di media-media nasional, Sugeng Apriyanto bersama-sama dengan pihak Kurator yang ditunjuk oleh PT Sido Bangun Plastic Factory bersekongkol melakukan pembobolan penerimaan kas negara sebesar Rp 22,7 milyar dengan cara memanipulasi Pembayaran Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor PT Sido Bangun Plastic Factory.

Wow..sungguh fantastis!! Di saat negeri ini sangat membutuhkan dana untuk pembangunan, masih ada oknum pejabat yang tega membobol uang negara hingga puluhan milyar rupiah. Melihat temuan Kejaksaan Agung itu, kita patut prihatin karena oknum pejabat Bea dan Cukai dengan mudahnya dapat meraup uang negara dalam jumlah besar untuk kepentingan pribadi.

Hal ini sangat bertentangan dengan komitmen Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika memimpin upacara peringatan Hari Anti Korupsi 2017 di Kantor Pusat Bea dan Cukai pada hari Selasa tanggal 19 Desember 2017 yang bepesan agar seluruh jajaran Bea  Cukai menjaga komitmen dalam pemberantasan korupsi dimulai dari level pimpinan sampai dengan pegawai pelaksana.

Faktanya, kasus dugaan korupsi di Kantor Bea Cukai Malang telah terungkap ke publik. Media-media online nasional dan media-media cetak nasional telah memberitakan temuan Kejaksaan Agung tersebut.

http://sp.beritasatu.com/home/kejagung-diminta-ungkap-kasus-korupsi-di-kantor-bea-cukai-malang/123162

http://m.metrotvnews.com/news/hukum/0Kv3B64N-korupsi-di-bea-cukai-malang-harus-diusut-tuntas

Tapi, hingga kini, pengusutan kasus dugaan korupsi di Kantor Bea Cukai Malang seperti jalan di tempat. Wahai Kejaksaan Agung, masyarakat Indonesia yang sudah muak terhadap praktek-praktek korupsi sangat menantikan penuntasan kasus korupsi ini.

Ayo dukung Kejaksaan Agung untuk membongkar dan menuntaskan kasus dugaan korupsi di Kantor Bea Cukai Malang. Jangan sampai kasus dugaan korupsi puluhan milyar ini dipetieskan.

 

 

 



Hari ini: komunitas mengandalkanmu

komunitas Masyarakat Anti Suap & Korupsi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kejaksaan Agung Republik Indonesia: Jangan Petieskan Kasus Dugaan Korupsi Pejabat Bea Cukai". Bergabunglah dengan komunitas dan 279 pendukung lainnya hari ini.