Hukum berat anggota Polres Lb.Linggau yang membunuh Ibu, Menembaki anak2 dan keluarganya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Dor Dor Dor… 10 x

Surini (52 th) tewas meregang nyawa ditembak peluru polisi,  sedangkan 6 orang lainnya yang terdiri 2 perempuan, 2 orang anak anak dan 2 orang laki laki mengalami luka tembak di leher, kepala, perut dan pundak serta trauma, saat ini semua korban di rawat di rumah sakit Sobirin Lubuk Linggau.

Mereka korban dari kebiadaban Anggota Kepolisian dari Polres Lubuk linggau yang memberondong mobil sedan yang di tumpangi oleh satu keluarga ini dan di sopiri oleh Diki (30 Th) dengan senjata api. Setidaknya 10 peluru di muntahkan ke dalam mobil tersebut dan mengenai hampir seluruh penumpang kecuali satu orang anak anak di dalam mobil yang saat ini mengalami trauma mendalam.

Berikut Kronologis yang di dapat dari berbagaio sumber :

Selasa, 18 april 2017 Polisi dari POLRES Lubuk Linggau dan Polsek timur 1 Kota lubuk Linggau, melakukan Razia cipta kondisi di simpang tiga Jalan Fatmawati Kecamatan lubuk Linggau Timur 1 (jalan Lingkar), sekitar pukul 11.30 Wib sebuah mobil sedan merk Honda City berwarna hitam yang berisikan 7 orang, terdiri  2 orang anak anak (laki laki),3 orang Perempuan , 2 orang Laki laki dewasa, dari arah mesat seni menuju bandara Silampari. Mobil tersebut diketahui datang atau berasal dari curup (Bengkulu) akan menuju ke Muara Beliti (Kab. Musirawas, Sumsel) untuk menghadiri acara pesta keluarga di Muara beliti.

Sebelum menuju muara beliti Mobil yang di kendarai Diki tersebut terlebih dahulu menjemput satu orang keluarganya bernama Novi di Keluarahan Karya Bakti kecamatan Lubuk Linggau Timur 1 Kota Lubuk Linggau. Setelah menjemput saudara Novi, mobil berangkat menuju lokasi undangan melewati jalan Fatmawati Soekarno. Tepat di depan SMA Negeri 5 ada razia Cipta Kondisi yang dilakukan oleh Anggota Satlantas Polres Kota Lubuk Linggau. Ketika hendak di berhentikan Mobil tersebut tidak mau berhenti tetap melaju, melihat hal itu Polisi dengan menggunakan mobil patroli lantas merk Mitsubishi Kuda melakukan pengejaran namun ketika berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin II Kelurahan Marga Mulya tepatnya di samping Bank Mandiri mobil yang dikejar pun berhenti, dan petugas kepolisian dari Polres Lubuk Linggau yang melakukan pengejaran pun berhenti lalu melakukan tembakan ke arah mobil.

Setelah menembaki mobil tersebut, polisi mendekati mobil dan memaksa sopir serta penumpangnya turun dan ternyata didalam mobil tersebut terdapat 2 orang anak anak, 3 orang perempuan dan 2 orang laki laki termasuk sopir yang terluka akibat tembakan dari Pistol Polisi. Adapun posisi duduk penumpang 1 orang anak anak bersama seorang laki laki duduk di samping sopir, sedangkan 3 orang perempuan dan seorang anak lainnya duduk di belakang sopir.

Adapun data Korban dari kebiadaban anggota polisi Polres Lubuk Linggau ini sebagai Berikut :

  1. Dewi Erlina 40 thn mengalami luka tembak bahu kiri atas.
  2. Novianti 30 thn mengalami luka tembak di Pundak kanan
  3. Genta 2 thn mengalami luka tembak kepala bagian samping kiri (tembes) anak dari ibu novianti.
  4. Surini 54 thn Tewas dengan luka tembak sebanyak 3 x bagian dada (Surini merupakan Orang tua dari Dewi Erlina) alamat Dusun 4 Desa Blitar Muka Kec.Sindang Kelingi Kab.Rejang Lebong
  5. Indra 33 thn mengalami luka tembak di leher bagian depan (Kritis) (Adik kandung Sdri.Dewi Herlina)
  6. Diki 30 thn Supir tertembak bagian perut kiri.
  7.  1 orang anak anak mengalami Trauma atas kejadian penembakan ini

Sekira pukul 17.40 wib Sdr.Indra kondisinya kritis di evak ke Rumah Sakit Palembang.

Kebrutalan polisi dengan melakukan penembakan membabi Buta ke mobil yang berpenumpang satu keluarga di lubuk linggau ini, apapun alasanya tidak dapat di benarkan. Dan sikap arogan polisi terhadap masyarakat sipil ini bukan hanya pertama kali terjadi di Sumatera selatan, banyak kasus kasus lainnya yang menunjukan kebrutalan polisi ketika berhadapan dengan masyarakat sipil seperti kasus kasus Konflik antara masyarakat dengan perkebunan dan kehutanan, dimana kehadiran polisi ditengah konflik malah memperkeruh keadaan dan menimbulkan korban jiwa. Contoh Konflik Cinta manis yang terjadi di Limbang jaya kabupaten Ogan Ilir beberapa tahun lalu, akibat kebrutalan polisi yang dengan sangat mudah melepaskan tembakan kearah masyarakat dan keramaian, 1 orang anak berumur 11 tahun bernama angga meninggal dunia, tertembak oleh peluru polisi tepat di kepalanya.

Atas hal itu maka melalui petisi ini kami meminta Kapolda sumsel untuk melakukan :

  1. Pecat Anggota polisi yang melakukan penembakan dan terlibat dalam aksi brutal tersebut.
  2. Jerat dan hukum pelaku seberat berat dengan menggunakan aturan Pidana umum yang berlaku di Indonesia. Hal ini harus dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sumsel karena tindakan pelaku yang merupakan anggota kepolisian adalah tindakan pidana umum, yang tidak mencerminkan anggota kepolisian yang seharusnya melayani dan mengayomi rakyat.
  3. Memproses tindakan yang dilakukan oleh POLDA sumsel terhadap pelaku secara terbuka dan transparan sehingga public dapat mengetahui perkembangannya
  4. Mengevaluasi pemberian dan penggunaan senjata api bagi anggota kepolisian di Sumatera selatan
  5. Meminta ma'af secara terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia atas kesalahan berat tsb
  6. Bertanggung jawab penuh dan Memberikan pengobatan secara maksimal terhadap para korban baik fisik maupun psikis khususnya anak anak dan perempuan.
  7. Meminta KOMNAS HAM mengusut tuntas dugaan Pelanggaran HAM yang terjadi atas peristiwa ini.


Hari ini: Koalisi Masyarakat Sipil Sumsel untuk Keadilan mengandalkanmu

Koalisi Masyarakat Sipil Sumsel untuk Keadilan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kapolri Tito Karnavian: Hukum berat anggota Polres Lb.Linggau yang membunuh Ibu, Menembaki anak2 dan keluarganya". Bergabunglah dengan Koalisi Masyarakat Sipil Sumsel untuk Keadilan dan 631 pendukung lainnya hari ini.