POLRI perlu peningkatan wawasan hukum kembali terkait Al Qur'an dijadikan barang bukti

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Beberapa waktu lalu saya mengetahui infromasi berita terkait bahwa Aparat penegak hukum (Polri) menjadikan "Kitab suci Al Qur'an sebagai sebuah barang bukti dalam upaya penindakan terhadap orang yang dicurigai terlibat dalam Terorisme", hal ini menjadi sebuah fokus karena bagaimana bisa sebuah kitab suci bisa menjadi benda yang dicurigai berhubungan dengan tindak teror

Jelas hal tersebut perlu evaluasi lebih mendalam  dalam proses penyitaan Al qur'an yang dijadikan sebuah objek sitaan untuk menjadi barang bukti oleh tim densus 88. Sebab dalam sebuah proses penyitaan di dalam KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) sendiri telah diatur khususnya pada BAB V tentang "penangkapan ,penahanan,penggeledahan badan, pemasukan rumah, penyitaan dan pemeriksaan surat". dan dalam point utamanya pada pasal 39 ayat 1 yang berbunyi :
Yang dapat dikenakan penyitaan adalah :


a. benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang seluruh atau sebagian di duga diperoleh dan tindak pidana atau sebagai hasil dan tindak pidana.

b. benda yang telah dipergunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana atau untuk mempersiapkannya.

c. benda yang yang dipergunakan untuk menghalang-halangi penyidikan tindak pidana

d. benda yang khusus dibuat atau diperuntukan melakukan tindak pidana

e. benda lain yang mempunyai hubungan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan.

Dari penjabaran pasal tersebut bisakah sebuah kitab suci Al Qur'an membahayakan seseorang atau menyebabkan teror menjadi sebuah tindak pidana? lalu letak hubungan dengan tindakan terornya dimana?, dalam hal ini saya tetap menjunjung tinggi bahwa Al Qur'an tidak ada kaitan dengan semua tindak kekerasan yang disebabkan oleh individu.

Oleh karena itu saya meminta kepada polri agar tidak hanya mengucapkan evaluasi saja yang terlontar namun meminta Aktualisasi Nyata agar polri "Diberikan pembekalan wawasan hukum kembali agar tidak keliru dalam bertindak dan tidak mengulangi kejadian serupa"

semata-mata petisi ini dibuat bertujuan agar menjaga citra hukum diindonesia tidak tercoreng oleh orang orang yang tidak mengetahui substansi dari hukum itu sendiri. Sekian dari  saya, saya ucapkan terimakasih salam sejahtera untuk kita semua
mari sebarkan dan tanda tangani petisi ini
#AlQur'anBukanBarangBukti
#DemiMenjagaCitraAparatPenegakHukum
#IndonesiaNegaraHukum



Hari ini: Azmi mengandalkanmu

Azmi Surya membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kapolri: POLRI perlu peningkatan wawasan hukum kembali terkait Al Qur'an dijadikan barang bukti". Bergabunglah dengan Azmi dan 13 pendukung lainnya hari ini.