Saya menjadi korban asusila oknum Brimob, mako Brimob tolong pecat bharatu antok Juniawan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Saya Andryani, seorang perempuan, keperawanan saya sudah diambil oleh oknum Brimob bernama bharatu Antok Juniawan NRP.94060262, dalam keadaan saya sedang sakit, dan ada sedikit pemaksaan waktu itu, beberapa kali dia sempat menghilang,kemudian di mediasi oleh komandan nya yaitu iptu budi suryono pasimin batalyon D,resimen 3 pelopor,dia membuat surat perjanjian untuk menikahi saya,disaksikan oleh letting nya Tohirin bharatu brimob angkatan 41,ibu saya dan kakak sepupu saya. Namun sekarang,tepat dibulan dimana dia berjanji akan menikahi saya,dipembicaraan,wa terakhir,waktu dia di poso,

Tepat nya di mediasi terakhir di hadapan bapak Danmen 3,dan para pimpinan provost brimob resimen 3 dan 1 provost resimen 1, dia mengingkari semua nya, dia memutar balikan fakta, dengan menghina keluarga saya di depan umum, dengan mengatakan tidak bersedia menikahi saya,karena saya tidak perawan(padahal jelas jelas di depan komandan sebelum nya dia sudah mengakui,kalau dia telah mengambil keperawanan saya),Saya juga sudah memberikan kepada Bapak danmen 3 dan Provost Paspor ,bukti bukti bahwa antok mengakui sudah mengambil keperawanan saya

dia juga bilang kalau dia sudah punya pacar baru di ngawi,orang tua nya tidak setuju dan lain sebagai nya,pembelaan dia untuk lepas dari tanggung jawab terhadap saya

Disini saya meminta dukungan kepada semua nya,termasuk khusus nya perempuan, agar tidak ada lagi korban asusila  .

Saya juga memohon bantuan nya kepada Bapak Kapolri,dan Pimpinan Pimpinan brimob resimen 3 pelopor,mako brimob kelapa dua depok,supaya yang bersangkutan dapat dipecat dari anggota brimob, karena di depan danmen 3 dan provost paspor yang bersangkutan meminta hukuman disiplin,dan bersedia menanggung segala resiko nya

Saya memohon kepada Bapak kapolri untuk membantu saya,bukan kah menjadi bhayangkari itu harus perawan?salah kah saya menuntut hak saya?

Saya sungguh berharap masalah ini dapat menjadi sorotan penting untuk bapak Kapolri dan Para Pimpinan brimob tertinggi,

Saya sangat mencintai Korp Brimob,karena brimob merupakan,pasukan yang tidak pernah berkhianat dan mendapatkan penghargaan khusus "Nugraha cakanti Yana Utama" dari presiden RI pertama yaitu Presiden Soekarno,

Saya berharap oknum tersebut dapat dipecat dari keanggotaan brimob,karena dapat mencoreng citra baik brimob selama ini, dan apabila masalah seperti ini tidak dikenakan sanksi khusus,mungkin nanti nya akan ada perempuan perempuan yang bernasib sama seperti saya.

Karena apabila hanya dikenakan hukuman disiplin sell 21 hari atau penundaan pangkat,yang 1 periode nya hanya 6 bulan,itu tidak dapat mengembalikan keperawanan saya dan tidak sebanding dengan hancur nya masa depan saya,juga aib yang harus ditanggung oleh keluarga saya,,dan menurut saya tidak memberikan efek jera kepada anggota tersebut.