Hapuskan preman berkedok portir di pelabuhan Tenau,Kupang,NTT

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Disini tak ada dampak apa apa bagi saya pribadi karena saya tidak pernah menggunakan jasa PELNI,namun sudah kesekian kali saya melihat kejadian miris yg dialami para penumpang kapal laut di intimidasi oleh preman yg berkedok sbg portir,karena saya bekerja di areal pelabuhan makanya saya paham betul perihal yg terjadi disini,pernah 2 orang saya tanyai secara detail tentang kejadian yg mereka alami,barang mereka di serobot oleh portir bukan di angkat tapi hanya menempelkan sebelah tangannya di barang tsb sampai korban keluar dari pelabuhan,dan korban kaget krna ternyata daritadi ada yg ikut dari belakang,belum selesai kaget tsb ditambah bahwa portir yg ikut menempelkan tangan dg kasar meminta bayaran sebagai jasa portirnya sebesar 500ribu,iya pembaca gak salah baca kok biaya "angkat" barang itu sebesar 500rb,nah karena korban tsb adalah ibu2 kira2 berumur 45thn yg lelah krna perjalanan jauhnya,akhirnya dia membayar sebagaimana permintaan si portir ini didepan muka2 pihak berwajib yg sedang bertugas,kira2 jarak ibu ini dg petugas hanya 30 meter katanya,saya sempat tanya kenapa gak lapor aja,dan si ibu ini menjawab emang mereka bisa apa? Toh saya kena bgni udah ke 2xnya,yg prtama saya lapor ke petugas tapi gak ada kelanjutannya,hanya dia bilang akan dibantu,sedangkan barang yg sudah trlanjur diangkat portir tidak boleh dibawa pemilik sebelum bayar itu kandas beserta portirnya setelah selesai lapor ke petugas.

Polemik ini sudah sangat dikenal oleh semua penumpang kapal PELNI di pelabuhan tenau,saya hanya ingin manusia2 spt itu di hapuskan atau di penjarakan dg pasal yg berlaku atau diberlakukan konter pembayaran resmi utk jasa portir yg dinilai perkilogramnya,jadi pembayaran tidak dilakukan diluar konter,dan oknum2 keamanan nya juga tolong di benahi lagi krna banyak kabar yg beredar di grup medsos warga lokal bahwa mereka punya kerjasama dg para preman tsb sehingga preman2 tsb tetap aman keberadaannya selama bertahun2,tolonglah para pihak berwajib yg punya kewenangan dalam hal ini,saya yg hanya melihatnya saja merasa sakit,aplg yg mengalaminya langsung,mohon turun tangan pak walikota KUPANG,Gubernur NTT...terimakasih