Tuntaskan Kasus Pelecehan Seksual di Depok

0 telah menandatangani. Mari kita ke 150.000.


Kepada Yang Terhormat

Bapak Walikota Depok K.H Idris Abdul Somad

Bapak Kapolresta Depok  AKBP Didik Sugiarto

Kejaksaan Negeri Kota Depok

Pengadilan Negeri Kota Depok

Pada 11 Januari 2018 lalu, seorang perempuan berinisial AM telah mengalami pelecehan seksual di Depok. Saat itu, AM berjalan kaki melalui jalan alternatif  di belakang Bank Mandiri Depok Kemiri Muka Beji Depok, AM hendak menuju stasiun Pondok Cina karena AM ingin bertemu dengan temannya di Tebet.  Lalu dari arah belakang seorang pengemudi sepeda motor Vario bernomor B 3720 AEO, bernama IST, memegang payudara AM dan berkendara cepat melarikan diri. Saat itu, AM berhasil mencatat nomor plat kendaraannya, dan AM melihat sebuah rumah mempunyai CCTV. Lalu AM berinisiatif meminta rekaman CCTV dari pemilik rumah.

AM bersama temannya telah melaporkan perbuatan IST ke Polresta Depok.  Namun kasus AM saat ini ditangani oleh Kriminal Umum (Reskrimum), ditandai dengan adanya Surat Penerimaan Laporan/Pengaduan Nomor STPLP/102/K/I/2018/Resta Depok.

Lalu Polisi menggunakan Pasal 281 KUHP, sebab pelaku melakukan perbuatan tindakan asusila di muka umum (ruang publik). Perkumpulan MAGENTA LRA mengapresiasi upaya Kepolisian Kota Depok dengan sigap telah menangkap pelaku, IST. Dalam pemeriksaan, IST mengaku perbuatannya tersebut karena “iseng” dan “khilaf” tetapi rekaman CCTV menunjukkan bahwa IST sengaja melakukan pelecehan dan sudah direncanakan karena berupaya melarikan diri dengan berkendara cepat.

Meskipun laporan sudah berjalan hampir satu minggu lebih, Kejaksaan Negeri Depok belum memberikan kabar perkembangan tentang kasus ini. AM masih menunggu proses hukum ini berjalan dan berharap proses hukum bisa memenjarakan pelaku, sehingga pelaku pelecehan seksual dapat jera. Sebab kasus pelecehan seksual seperti fenomena gunung es, yang mana korban merasa takut untuk melaporkan kasus dalam proses hukum, sebab adanya ancaman dari pelaku serta proses hukum yang membebani korban.

Setelah rekaman CCTV menjadi viral, banyak sekali korban-korban pelecehan seksual yang mengaku mengalami hal serupa seperti yang dialami oleh AM. Ini semakin menunjukkan bahwa kasus pelecehan seksual telah menjadi ancaman keamanan bagi tubuh perempuan di ruang publik.

Dengan ini, Perkumpulan MAGENTA LRA ingin sekali meminta dukungan untuk mengawal supaya proses hukum terus berjalan kepada IST. Agar kasus-kasus serupa tidak terjadi di ruang publik, seperti di jalanan dan fasilitas umum lainnya. Sehingga tercipta ruang publik yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, khususnya di wilayah kota Depok. Yangmana Visi dari Walikota Depok, ingin menjadikan kota Depok menjadi kota yang Nyaman, bagi siapapun khususnya perempuan dan anak.

Berdasarkan data dari Komnas Perempuan kasus pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk dari Kekerasan Seksual terhadap Perempuan, dalam satu hari ada 35 perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual.

Maka dari itu, Perkumpulan MAGENTA LRA meminta kepada :

  1. Kapolres DEPOK untuk menyerahkan berkas penanganan kasus kepada Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak), sebagaimana ketetapan  PERATURAN KAPOLRI NO. 10 Tahun 2007 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak  (Unit Ppa ) Di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia,  dalam Pasal 7 menyebutkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak , termasuk pelecehan seksual masuk menjadi kewenangan Unit PPA
  2. P2TP2A Depok memberikan dukungan teknis operasional dan dampingan psikologis kepada korban AM, sebagaimana menjadi tugas dan fungsional P2TP2A di Kota Depok.
  3. Pemerintah Kota Depok beserta jajarannya untuk memperhatikan ruang-ruang publik, jalan, kendaraan umum dan fasilitas umum lainnya dengan perlengkapan keamanan seperti lampu penerang, petugas satuan keamanan di sudut-sudut jalan yang rawan, kamera  keamanan dan mekanisme perlindungan korban saat proses hukum.

Demikian harapan kami, semoga kasus-kasus pelecehan seksual serupa tidak terulang lagi di wilayah Depok dan sekitarnya. Dan memprioritaskan keadilan bagi korban.

Salam Keadilan Bagi Korban

Perkumpulan Magenta LRA



Hari ini: Perkumpulan Magenta LRA mengandalkanmu

Perkumpulan Magenta LRA membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kapolresta AKBP Didik Sugiharto: Tuntaskan Kasus Pelecehan Seksual di Depok". Bergabunglah dengan Perkumpulan Magenta LRA dan 86.005 pendukung lainnya hari ini.