Menolak Orgen Tunggal Diatas Jam 12 Malam dan Perang Terhadap Narkoba

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Baru-baru ini warga Kecamatan Pedamaran dihebohkan oleh aksi para Biduanita dalam sebuah acara hiburan malam Organ Tunggal di Kecamatan Pedamaran. Aksi tersebut menampilkan 2 orang biduan yang memakai pakaian sangat minim dan berjoget dengan gaya yang sangat vulgar. Apalagi aksi tersebut ditonton oleh banyak anak-anak yang tidak sepantasnya menyaksikan penampilan yang tidak senonoh tersebut. Sehingga acara yang seharusnya bertujuan positif malah menjurus kepada hal yang negatif.

Sungguh miris melihat fenomena di daerah tercinta, rusak sudah generasi muda apabila selalu disuguhi oleh hiburan yang tidak layak.!! Padahal ramadhan baru saja pergi meninggalkan kita, tidak kah berbekas keberkahan ramadhan itu untuk daerah kita tercinta ini ?
Itu memang hak setiap orang untuk mendapatkan hiburan, tetapi sudah sangat tidak pantas sekali jika hiburan yang kita nikmati tersebut banyak mendatangkan mudhorat atau dampak yang sangat negatif.

Tidak hanya terjadi di Pedamaran saja, tapi hampir disetiap tempat hajatan di Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan, bahkan Nasional hiburan malam seperti ini selalu marak. Kami selaku generasi muda sangat menolak keras Orgen Tunggal yang mempertontonkan goyangan yang tidak mencerminkan lagi moral budaya orang timur !! Biduan mengumbar aurat, bepakaian seksi, dan seperti tidak ingat lagi kalau sedang ditonton oleh banyak orang !! Rasanya sedih sekali melihat postingan salah satu masyarakat mengenai masalah orgen tunggal yang mempertontonkan atraksi biduan yang tidak pantas disebut baik lagi, berpakaian sangat minim dan berguling-guling dengan lincah dipanggung bak atraksi debus, terlebih lagi pelaksanaan Orgen Tunggal tersebut hingga subuh hari, belum berhenti sebelum Adzan Subuh berkumandang, hal inilah yang menjadikan masyarakat resah akan masalah ini terlebih lagi acara tersebut banyak juga ditonton oleh anak-anak kecil. Mau jadi apa generasi muda kita, apabila dibiarkannya hiburan tak layak merajalela di daerah kita.

Selain itu juga banyak sekali dampak positif dari Orgen Tunggal yang melebihi batas waktu normal, sudah sering pasti kita mendengar, membaca dari berita atau bahkan melihat langsung dampak dari setiap adanya orgen tunggal yang melebihi batas waktu normal. Kita juga sudah tahu bahwa Orgen Tunggal selalu dekat dengan maksiat-maksiat diantaranya peredaran narkoba dan juga minuman keras, tak sedikit ada perkelahian yang berujung kematian akibat bersenggolan saat berjoget, juga karena banyaknya wanita dan laki-laki bercampur bisa berujung dengan pergaulan bebas dan perzinahan.

Tentu kita tidak mau bila hal ini terus berlanjut, mau dibawa kemana generasi muda kita ? sudah tergeser mungkin akhlak dan moral kita kalau sudah tidak ada kepekaan hati melihat kemaksiatan didepan mata.!!! Semua serba terbalik. Dimana hiburan malam lebih banyak jamaahnya daripada jamaah pengajian di Masjid.

Selain didalam diri sebagain masyarakat kita sudah tidak ada kesadaran, aparat pemerintah juga terkesan diam saja, belum adanya tindak tegas tentang aturan hiburan malam ini. Degradasi moral bakalan terus terjadi apabila alim ulama diam terhadap kemungkaran, dan aparat pemerintah (pejabat daerah, kades, camat, kepolisian dsb) tidak mengeluarkan aturan secara jelas, sebagai bentuk ketegasan terhadap masyarakat yg melakukan huburan malam.

Kami generasi muda yg terhimpun didalam Aliansi Pemuda Kayuagung, menolak keras hiburan malam yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi, miras dan narkoba dan yang pelaksanaannya melebihi jam 12 malam. Jika ada pemantik untuk menyalakan sebuah lentera dalam kegelapan kami siap jadi bagiannya.. Tinggal dukungan dari alim ulama, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah dan pejabat daerah untuk duduk bersama dalam mendiskusikan serta menindak lanjuti aturan2 hiburan malam tersebut.

Dan kami Aliansi Pemuda Kayuagung menuntut Bupati Ogan Komering Ilir, Kapolres Ogan Komering Ilir, serta unsur terkait baik dari pemerintahan kabupaten maupun kecamatan untuk :

1. Membatasi waktu operasional acara hiburan malam sampai jam 12 malam baik itu Orgen Tunggal, Orkes, ataupun yang sejenis

2. Memberikan tindakan tegas berupa penarikan alat-alat orgen tunggal apabila masih ada pengusaha orgen tunggal maupun hiburan sejenis yang melewati batas waktu yang telah ditentukan.

3. Melarang biduan berpakaian terbuka, minim, seksi, dan yang mengumbar aurat, dan menindak tegas dengan tindak pidana kesopanan serta Pornografi dan Pornoaksi

4. Memberantas peredaran narkoba dan juga Minuman Keras yang merajalela baik didalam acara orgen tunggal dan hiburan lainnya maupun diluar acara agar masyarakat terutama generasi muda tidak tertular keburukan tersebut.



Hari ini: Dedy mengandalkanmu

Dedy Kesuma membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kapolres Ogan Komering Ilir: Menolak Orgen Tunggal Diatas Jam 12 Malam dan Perang Terhadap Narkoba". Bergabunglah dengan Dedy dan 117 pendukung lainnya hari ini.