Bebaskan 3 Aktivis Kamisan di Malang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


Bebaskan dan Cabut Status Tersangka Aktivis Aksi Kamisan di Malang

AFF, MAA dan SRA adalah kawan kami. Mereka aktif mengawal kasus-kasus agraria di Jawa Timur dan isu-isu pelanggaran HAM melalui Aksi Kamisan. Mereka aktif dalam melakukan pengawalan kasus-kasus agraria di Tegalrejo Kabupaten Malang, Lakardowo Mojokerto, Tumpang Pitu Banyuwangi.

Pada 19 dan 20 April 2020 lalu, mereka ditangkap tanpa prosedur hukum yang tepat dan dijadikan tersangka atas tuduhan tidak berdasar.

Banyak kejanggalan pada prosedur dan proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian terhadap AFF, MAA dan SRA ketika proses penangkapan terjadi.

Pertama, Polisi tidak menunjukkan surat penangkapan saat mendatangi rumah mereka. Bahkan polisi tanpa seragam itu sempat melakukan penggeledahan. Keluarga MAA dan SRA sempat meminta surat penangkapan, tapi polisi tersebut menolaknya.

Kedua, pihak kepolisian tidak menerangkan secara jelas, alasan mereka dibawa ke Polresta Malang. Pada saat penangkapan, pihak kepolisian mengatakan mereka ditahan untuk dimintai keterangan. Tapi, tidak jelas. Setelah ditelusuri pihak LBH Surabaya, status ketiganya malah jadi tersangka.

Ketiga, tuduhan dan barang bukti yang ditunjukkan ini sangat mengada-ngada. Polisi menyebut helm, motor, cat semprot dan sketsa yang bertuliskan “Tegalrejo Melawan” sebagai barang bukti. Polisi juga sebut motif mereka adalah kebencian terhadap kapitalisme. Atas dasar itu mereka dijerat Pasal 160 atas tuduhan provokasi kepada masyarakat untuk melawan kapitalisme.

Keempat, polisi kerap menuding bahwa AFF, MAA dan SRA ada kaitannya dengan kelompok Anarko, walau tanpa bukti. Tudingan polisi jelas tidak berdasar dan tampak seperti hanya melakukan penggiringan opini yang justru berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kelima, sejak penetapan mereka sebagai tersangka, Tim Kuasa Hukum belum juga mendapat salinan BAP dari pihak kepolisian. Padahal, Kuasa Hukum sudah meminta sejak Senin, 20 April,  tapi belum juga mendapat salinan, hingga saat ini. Hal ini jelas melanggar hak-hak hukum dari pihak tersangka.

Teman-teman, proses hukum yang tidak mencerminkan profesionalisme seperti ini, tidak bisa dibiarkan. Polisi harusnya melakukan tugasnya sesuai dengan aturan hukum bukan justru melanggar hak AFF, MAA dan SRA, sebagai warga negara Indonesia.

Oleh karena itu kami meminta pihak kepolisian, khususnya Kapolres Malang Kota untuk:

1. Membebaskan dan mencabut status tersangka kawan kami, AFF, MAA dan SRA, karena bertentangan dengan asas keadilan, menyalahi aturan hukum dan melanggar hak warga negara Indonesia.

2. Berhenti untuk menakut-nakuti masyarakat dengan informasi-informasi yang tidak valid dan bersifat spekulatif.

3. Hentikan hal serupa kepada siapapun, karena ini adalah mata rantai, dan akan menyasar warga negara yang lain. Hal tersebut bertentangan dengan Hak Asasi Manusia yang seharusnya dipenuhi dan dilindungi oleh negara, serta merupakan bagian dari kriminalisasi dan SLAPP (Strategic Lawsuit Against Public Participation).

Dukung dan sebar terus petisi ya teman-teman. Dukungan dan tanda-tanganmu akan kami serahkan ke pihak Kapolres Malang Kota. Kita tunjukkan solidaritas kita untuk teman aktivis yang memperjuangkan hak-hak rakyat kecil

Salam, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Malang.

kronologi bisa di akses di: https://bit.ly/PersRilisKriminalisasi3Pemuda

Petisi ini digagas dan didukung oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI , LBH Surabaya, LBH Pos Malang, LPM SIAR, EN Walhi , Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Nasional, ED Walhi Jawa Timur, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Kota Malang, Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam , Perpustakaan Jalanan Wahana Baca Pasuruan, Konsorsium Pembaruan Agraria Jatim, Catur Ilmu Pasuruan, Federasi Serikat Buruh Karya Utama KSN, PPMI DK Ternate, Aksi Kamisan Malang, Serikat Perjuangan Petani Tegalrejo, FSPBI KASBI, PKFI JATIM, Federasi KontraS, KontraS Surabaya, Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia SPBI , FBTPI KPBI Jatim, Komite Akar Rumput, Kader Hijau Muhammadiyah, Selamatkan Waduk Sepat, ForBanyuwangi, LPM Fatsoen, Solidaritas Perjuangan, Baca Jalanan Banyuwangi, Perpustakaan Jalanan Jember, Puger Melawan, KIARA, FOLKER Studies, Aliansi Perpus Jalanan Jombang, Komunitas Pojok, Konfederasi Serikat Nasional Jawa Timur, Serikat Pekerja Bank Danamon, Vespa Literasi, Surabaya Melawan, Ikatan Remaja Masjid Anti Fasis dan Oligarki, Wadah Asah Solidaritas Wadas , LPM Al Fikr, LAMRI Surabaya, Pers Mahasiswa Independen Lingkaran Solidaritas LiSo , LPM Platinum, Left Indonesia, Pojok Baca Ohara, HMI Al Qolam, GMNI UM, Pendowo bangkit, Green Women lakardowo, Amartya, Solidaritas Perempuan, Front Santri Melawan Kekerasan Seksual FOR MUJERES , PPMI DK Makassar, PPMI DK Pekalongan, PPMI DK Mataram, Aliansi mahasiswa universitas Atmajaya Makassar pro demokrasi, LPM Libratum universitas Atmajaya Makassar, PPMI DK Kediri, LPM UNIPDU, Femisida Indonesia, Pembebasan Kol Kot Makassar, LPM BOM ITM, PPMI Jember, PPMI Surabaya, PPMI DK Tulungagung, PPMI DK Kedu, BAC Probolinggo, pustaka Tan, LP M Corong, PPMI DK Semarang, Akar rumput Kediri, C L V Indonesia, Omah Laras, Jogja Darurat Agraria, Radio Solidario, KPR Jogja, LPM Civitas Merdeka Malang , LPM Dianns, LPM Canopy UB, LPM Mafaterna UB, LPM Kavling UB, LPM Kompen Politeknik Negeri Malang, LPM Uapm Inovasi UIN Maliki Ibrahim, LPM Radix UNISMA, LPM Papyrus LPM Tribhuawana Tunggadewi, LPM Fenomena Unisma, LPM Perspektif UB, LPM Manifest UB, LPM Agrapana STISOSPOL Waskita Dharma, LPM Basic UB, LPM Didaktik UMM, LPM Fjs Politeknik Pembangunan Pertanian Lawang, LPM Indikator UB, LPM Display UB, LPM MIMESIS UB, Aliansi Pelajar Banyuwangi, PPMI DK Yogyakarta, LPM Cemerlang STKIP PGRI Lubuklinggau , Narasi Perempuan, SAFEnet, LBH Disabilitas, Womens March Malang , Swara Saudari Purwakarta, Sajogyo Institute, Gusdurian Batu