TOLAK PENDAKIAN MASSAL LATIMOJONG

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


JANGAN RUSAK GUNUNG KAMI

Beberapa Orang dari Organisasi di Luar Sulawesi Berencana akan Membentangkan Bendera sepanjang 700m di Puncak Latimojong pada 17 Agustus Mendatang. Kami sungguh kwatir akan dampak kegiatan tersebut terhadap kelestarian Ekosistem Sekitar Puncak Latimojong.

Mari kita berdiskusi secara sehat. :
Bendera sepanjang 700meter lebarnya saya tidak tau. Tapi tahukah anda berapa banyak manusia yg dibutuhkan untuk membentangkan bendera tersebut. Ada 3 Faktor mengapa kegiatan seperti ini tidak boleh dilakukan digunung.

1.Daya Dukung Ruang.
Oke...kawan mari kita belajar tentang ilmu Fisika yaitu Teori Daya Dukung Ruang. Yang pasti kegiatan ini akan mengundang animo org lain untuk ikut dalam pemdakian. Soal niat mereka naik gunung sy tidak tau, apa karena merah putih atau Senang2 naik gunung.

Hadirx Massa yg banyak disuatu tempat (gunung) secara Masif dan besar tentu akan membuat lingkungan gunung menjadi stress. *inilah yg disebut Daya Dukung Ruang*. Semoga tulisan ini dibaca sebagai dan oleh pencinta alam bukan sebagai dan oleh pendaki gunung.

2.Sampah.
Itu baru Soal daya Dukung Ruang, sekarang mari kita diskusikan ttg Sampah. Mau dikemanakan sampah yg kita bawa kegunung. Dibakar,,,??? Apa itu habis!!?, Ditimbun,,,??Apa itu terurai!!!. Kalian bawah pulang,,,??? Rasanya tidak Mungkin.

3. Soal Perijinan Dari Pemerintah (Kesbangpol POLDA SULSEL). Dan Izin Pemerintah setempat Tentunya pemerintah Kab. Enrekang akan berfikir memberi Izin, ketika Hutan Latimojong sudah mulai rusak.

Kawan2 Pencinta Alam sekalian, marilah berfikir bijak.

Gunung Bawakaraeng Rusak Total siapa pengandil besar dr kerusakan tersebut. Longsor pada Jalur, longsor disebabkan oleh kikisan jejak sepatu pendaki yg berlangsung lama. Tiba saatnya hujan, jalur tersebut menjadi aliran air lama kelamaan terjadi pengikiran hingga akhirx longsor. Percaya atau tidak gunakan Nalar anda saat melintasi jalur.
Belum lagi berton ton sampah yang ditinggal oleh penggiat.

Siapa yang punya andil dalam hal ini,,,???
Tentulah kita sebagai pelaku kegiatan Pendaki Gunung & Petualangan. Pencinta Alam juga punya andil atas kerusakan tersebut. Pada Tulisan ini saya sengaja Membedakan Istilah penyebutan Pendaki Gunung, Petualang & Pencinta Alam. Tujuannya adalah agar kita Tahu dan mampu memposisikan diri pada Istilah mana Kita berada dan berbuat.

Kawan2ku sekalian,
Saya tak ragukan Jiwa Nasionalisme kalian. Tapi apa iya,,,harus digunung Latimojong membentangkan bendera sepanjang 700meter itu. "Misalnya" kenapa tak digunung Nona saja atau dipinggir jalan, Pantai atau t4 lain???.
Apakah Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme hanya bisa ditunjukkan dipuncak Gunung...???

Oke kawan-kawan sekalian.
Mari kita TOLAK PENDAKIAN MASSAL INI