TNI/POLRI Stop Menggrebek Mahasiswa Papua Jawa Barat Tanpa Prosedur Hukum

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


ANGGOTA POLISI DAN TNI DI BANDUNG
MENGGANGGU RASA AMAN MAHASISWA PAPUA DENGAN MEMASUKI ASRAMA
TANPA IJIN


Pada hari Rabu 01 November 2017 pukul 10:00 s/d Selesai, kejadian kali kedua terulang lagi dan terjadi lagi atas Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua (Mamteng). Kali ini delapan orang Polisi dan satu (1) lagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta dua (2) intelijen datang dan masuk lagi ke dalam “MESS” (Asrama/Kontrakan) mahasiswa Mamberamo Tengah Papua Bandung (Jabar) tanpa sepengetahuan penghuni asrama/kontrakan yang ada. Kejadian kali ini agak berbeda dengan yang kali pertama kedatangan pihak keamanan ke Mess/ Kontrakan Mahasiswa Mamberamo Tengah Bandung (Jabar).

Kedatangan kali kedua ini tindakan yang di implementasikan oleh pihak keamanan dalam hal ini TNI kepada Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua sampai dengan masuk ke dalam kamar, periksa semua barang-barang dalam kamar masing-masing penghuni Mes/kontrakan (Asrama) mahasiswa Mamberamo Tengah Papua, bahkan HP yang dipegang oleh kami (Mahasiswa Mamteng) sampai-sampai mau direbut oleh aparat keamanan TNI, situasipun semakin tegang namun kami (Mahasiswa) dapat mengendalikan emosi kami sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara kami (Mahasiswa) dan pihak keamanan.

Mereka juga melakukan interogasi dengan menanyakan beberapa hal, sebagai berikut:

  1. Mereka menanyakan terkait bendera kuba yang terlukis pada tembok asrama. 
  2. Kami minta data jumlah kalian yang berpenghuni di MESS ini.
  3. Anda tau ini bendera apa?
  4. Kuliah kalian dimana? dan masuk kuliah jam berapa?
  5. Nama Ketua Ikatan Mahasiswa di sini siapa?
  6. Siapa saja senior-senior di sini?
  7. Satu orang polisi tersebut hendak memaksa mengajak diskusi terhadap satu anggota putri kami (Mahasiswa Mamteng “Vero Weya”) dengan polisi tersebut, namun hal itu tidak direspon oleh anggota putri kami.

Menindaklanjuti kejadian tersebut kami Presidium Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat memfasilitasi untuk Mengklarifikasi antara Pihak Mahasiwa Mahasiswa Mamberamo Tengah dengan Kapolsek Lengkong dan Koramil Regol namun diindahkan Oleh Pihak Militer maka kami meminta kepada :

"Polda Jabar dan Pangdam III Siliwangi segera menghentikan penggerebekkan yang dilakukan kepada kami Mahasiswa Papua di Jawa Barat tanpa Prosedur Hukum yang Jelas". 

Selain itu, Kami Mahasiswa Papua yang sedang berada di Jawa Barat meminta kepada pihak :

"Kapolsek Lengkong dan Koramil Regol dapat membuka Ruang Diskusi agar dapat menyelesaikan Masalah ini dengan Damai dan secara Intelektual dan Ilmiah sebagai Orang Terpelajar guna terbentuk proses saling Membina bukan menghina, Mengajar bukan Menghajar, Menjaga bukan Membiarkan".

"Hal ini, harus dilakukan berdasarkan Semboyan Sunda yakni Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dan Siliwangi".

Demikian dari kami, atas perhatiannya disampaikan Terima kasih.

Bandung, 24 November 2017 
Salam kami, 
BPH IMASEPA JABAR

(Leonardus O. Magai)
Sekretaris Jenderal



Hari ini: IMASEPA JABAR mengandalkanmu

IMASEPA JABAR membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "KAPOLDA JABAR: TNI/POLRI Stop Menggrebek Mahasiswa Papua Jawa Barat Tanpa Prosedur Hukum". Bergabunglah dengan IMASEPA JABAR dan 172 pendukung lainnya hari ini.