Non Aktifkan Gubernur dan Kepala Bappeda Sulawesi Tengah

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Gempa, Tsunami dan Likuifaksi yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala menyisakan banyak kesedihan bagi rakyat di wilayah Sulawesi Tengah sampai saat ini berangsur tertangani dengan baik. Penanganan bencana ini dilakukan secara bergotong-royong oleh seluruh daerah-daerah di Sulawesi Tengah bahkan dari seluruh penjuru dunia.

Pemerintah pusat hadir dan tanggap mengatasi persoalan-persoalan akibat bencana gempa dahsyat ini, lalu siapa yang tidak hadir?...yang tak hadir dan malah membuat resah adalah Gubernur Sulawesi Tengah beserta Kepala Bappeda-nya yang berpikir aneh.

Di awal bencana Gubernur mengeluarkan pernyataan rasis dan tak bijak, himbauan agar yang mengungsi keluar Palu untuk tidak kembali lagi ke Palu, adalah himbauan tidak bijak, rasis dan tidak mencerminkan karakter kepemimpinan yang kuat. Kemudian Kepala Bappeda Sulteng yang mengusir dan membubarkan Posko-Posko Relawan se-Indonesia agar tidak menempati halaman kantor Bappeda Sulteng sebagai camp, adalah sebuah tindakan picik dan tidak bijak.

10 hari pasca bencana di Palu, Sigi dan Donggal...Pemerintah Pusat sebaiknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan dan penanggulangan bencana yang sudah dilakukan

Non-Aktifkan Gubernur dan Kepala Bappeda Sulawesi Tengah!



Hari ini: Cawat mengandalkanmu

Cawat Merah membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Jokowi: Non Aktifkan Gubernur dan Kepala Bappeda Sulawesi Tengah". Bergabunglah dengan Cawat dan 19 pendukung lainnya hari ini.