Kibarkan Merah Putih dan Hening Cipta Peringati Kelahiran WR Soepratman pada 19 Maret

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Salam Budaya!

Perkenankan kami dari Dewan Kesenian Purworejo, Jawa Tengah menyita sedikit waktu Bapak/Ibu/Saudara sebangsa dan setanah air Indonesia.

Hari Kamis Wage, 19 Maret 2020 besok adalah tepat 117 tahun, hari kelahiran pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya WR Soepratman. Sesuai keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007, Kamis Wage tanggal 19 Maret 1903 ditetapkan sebagai hari lahir WR Soepratman. Keputusan ini juga sekaligus meluruskan hari lahir WR Soepratman yang sebelumnya diketahui pada tanggal 9 Maret 1903. Pengadilan Negeri juga meluruskan tempat kelahiran WR Soepratman dari sebelumnya yang diyakini di Jatinegara menjadi lahir di Dusun Trembelang Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, Jawa tengah,

WR Soepratman tak hanya merupakan komponis yang melahirkan sejumlah lagu yang tak lekang zaman (Indonesia Raya, Ibu Kita Kartini, Matahari Terbit, Bangunlah Kawan, Di Timur Matahari, dll). Perjuangan kebangsaan WR Soepratman juga diwujudkan dalam berbagai aktivitasnya, menggerakkan semangat kesadaran kebangsaan melalui berbagai karya sastranya. Juga melalui tulisan-tulisan beliau saat menjadi jurnalis surat kabar Kaoem Moeda dan Sin Po.  

Di bulan Maret ini, Dewan Kesenian Purworejo berniat mengadakan serangkaian acara untuk memperingati Hari Lahir WR Soepratman. Berbagai persiapan pun telah kami lakukan tetapi ternyata kondisi berkata lain. Merebaknya virus corona (Covid-19) yang disertai penetapan Darurat Bencana Corona oleh Presiden Jokowi, serta upaya pencegahan penyebaran virus corona (covid-19) memaksa kami untuk menunda segala kegiatan dalam rangkaian acara Peringatan Hari Lahir WR Soepratman Tahun 2020 yang sedianya akan dilaksanakan 18-22 Maret 2020.

Dewan Kesenian Purworejo pun dengan berat hati mengeluarkan surat bernomor 6/Skr/III/DKP/2020 tentang Penundaan Acara Peringatan Hari Lahir WR Soepratman Tahun 2020.

Dengan demikian keseluruhan agenda acara, yaitu Pentas Keroncong pada Malam Tirakatan (18 Maret 2020), Apel Kebangsaan serta tabur bunga di Monumen Tanda Lahir WR Soepratman (19 Maret 2020), Ketoprak Legenda (20 Maret 2020 di halaman Balai Desa Somongari) serta Seminar Nasional ( 22 Maret 2020 di Rumah Budaya Sae Laras. Desa Kaligono) dan Pentas Wayang Kaligesingan Gagrak Bagelenenan (22 Maret 2020 di halaman Balai Desa Somongari Kecamatan Kaligesing, Purworejo), ditunda sampai ada pemberitahuan selanjutnya.

Namun, penghargaan serta perwujudan cinta kita sebagai generasi pewaris perjuangan WR Soepratman mestinya tidak dapat dihalangi oleh virus corona (covid-19). Dengan mempertimbangkan berbagai hal tersebut kami menyatakan:

  1. Meminta Bupati Purworejo beserta Pemerintah Kabupaten Purworejo dan DPRD Purworejo aktif mendorong Pemerintah Pusat untuk merubah Hari Musik Indonesia dari tanggal 9 Maret menjadi 19 Maret sesuai hari lahir WR Soepratman sebagai bentuk apresiasi perjuangan dan kepahlawanan WR Soepratman.
  2. Mengajak bangsa Indonesia terutama masyarakat Purworejo untuk mengibarkan bendera merah putih satu tiang penuh pada tanggal 19 Maret 2020 di rumah, instansi, lingkungan masing-masing sebagai bentuk penghargaan akan perjuangan WR Soepratman dan menggelorakan nasionalisme kita sebagai generasi pewaris kemerdekaan.
  3. Mengajak bangsa Indonesia mengheningkan cipta dan berdoa untuk WR Soepratman dan para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan, merebut dan menjaga kemerdekaan NKRI, secara serentak pada tanggal 19 Maret 2020 pukul 10.00 WIB.

Semoga kita, bangsa Indonesia senantiasa diberi petunjuk, kekuatan untuk menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.

 

Mengutip pesan tertulis WR Soepratman pada dalam secarik kertas kepada sahabat wartawan Kasan Sengari saat menengok sakitnya, 2 hari sebelum wafat:

“Mas, Nasibkoe soedah begini

Inilah jang disoekai Pemerintah Hindia Belanda

Biarlah saja meninggal, saja ichlas

Saja toch soedah beramal, berjoeang dengan tjarakoe, dengan biolakoe

Saja jakin, Indonesia pasti merdeka”

 

(WRS, 15-08-’38)

 

Salam Budaya! 

Merdeka Merdeka !

 

Hormat Kami,

Dewan Kesenian Purworejo

Ketua - Angko Setyarso Widodo