Indonesia Sudah Cukup Bencana. Pak Jokowi, Deklarasikan Darurat Iklim Segera!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.

Dengan 25.000 tanda tangan, petisi ini menjadi salah satu petisi paling banyak di tanda tangani di Change.org!

Awal tahun 2021 seharusnya adalah pembuka harapan baru untukku dan rakyat Kalimantan Selatan. Namun banjir besar sepanjang sejarah pulau yang disebut paru-paru dunia ini terjadi. Ku kira cuma asap pembakaran hutan yg akan menyiksaku, ternyata lebih dari itu. 

Puluhan ribu orang tiba-tiba menjadi pengungsi, puluhan jiwa nyawa menjadi korban dan kerugian mencapai 1.3 triliun rupiah di semua lini perekonomian. Ini baru hitungan dampak bencana di satu wilayah Provinsi yang katanya “kaya akan sumber daya alam.” 

Ini sudah darurat, fakta bahwa di pulau Kalimantan kerusakan alam menjadi faktor utama penyebab banjir bandang di daerahku. Sehingga curah hujan semakin tinggi dan menyebabkan 11 kabupaten di Kalimantan Selatan terkena banjir.

Pembakaran hutan dan lahan, pertambangan batu bara dan perubahan tata kelola hutan atas nama pembangunan ekonomi di Kalimantan yang selama ini terjadi, justru mempercepat perubahan iklim global. Status siaga dan waspada bencana karena cuaca ekstrim sering terjadi belakangan ini di seluruh Indonesia gak cuma di Kalimantan. 

Tercatat bencana seperti di banjir dan longsor di Sumedang, Manado, Papua, Semarang, Pekalongan, Aceh dan Ibu kota negara ini Jakarta melumpuhkan perekonomian dan transportasi. Gak ada yang diuntungkan dari semua bencana ini. Krisis iklim sudah terjadi. 

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak awal tahun 2021 hingga hingga April 2021, tercatat 1.006 bencana terjadi di Indonesia yang didominasi oleh bencana banjir sebanyak 439 kejadian dan puting beliung serta tanah longsor masing-masing 251 dan 205 kejadian. Bencana alam ini menyebabkan 4.339.053 orang harus mengungsi. 

Ini bukan cuma sekadar curah hujan tinggi. Indonesia dan bumi ini dalam situasi Darurat Iklim! Bencana bukan cuma mengancam teman-teman yang tinggal di pesisir, pinggiran sungai, atau yang tinggal dekat gunung. Tapi di setiap sudut bumi, negara dan setiap manusia gak akan luput dari dampak krisis iklim. 

Perubahan iklim juga paling berdampak dan berisiko pada pesisir dan pulau-pulau kecil. Seperti Pulau Pari di Kepulauan Seribu, untuk pertama kalinya mengalami banjir Rob. Gak tanggung-tanggung banjir terjadi 2 kali dalam 1 tahun dan menjadi banjir terparah yang pernah ada. 

Industri ekstraktif juga mulai menyasar pulau-pulau kecil, perubahan regulasi melalui Omnibus Law pada akhirnya berdampak pada perubahan iklim. Rusaknya ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil pada akhirnya juga membuka ancaman bencana ekologis.

Aku sadar penanganan krisis iklim gak bisa dikerjakan secara Individu. Kita butuh berjuang bersama dengan semua instansi dan lapisan masyarakat.Target pencegahan krisis iklim sudah jelas bahwa seluruh negara harus berusaha mencapai emisi Gas Rumah Kaca Nol di tahun 2050 dengan mengurangi kerusakan alam dan membuat hidup yang lebih ramah lingkungan.

Untuk itu Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan berani. Aku mau ajak teman-teman untuk mendesak kepada Presiden Joko Widodo untuk mendeklarasikan Darurat Iklim di Indonesia.

Deklarasi ini akan mendesak  : 

1. Darurat Iklim mendesak pemerintah untuk mencabut kebijakan-kebijakan yang merusak lingkungan  dan menyusun kebijakan strategis yang menempatkan keselamatan manusia, satwa dan lingkungan hidup dan hak generasi yang akan datang sebagai prioritas.
2. Darurat Iklim mendesak pemerintah untuk membentuk tim khusus (Satgas) yang terbuka dan independen untuk  fokus pada penanganan dan pencegahan krisis iklim yang dipimpin langsung oleh Presiden. 
3. Darurat Iklim mendorong pemerintah untuk membuka data, situasi dan rencana terkini dalam strateginya kepada rakyat Indonesia. 

Deklarasi ini adalah upaya kita untuk membangun ketahanan negara kita terhadap krisis.

Teman-teman, waktu kita gak banyak. Dukung petisi ini dan ajak teman kalian untuk menyebarkannya supaya Indonesia yang kita tinggali saat ini terhindar dari bencana yang disebabkan oleh pemanasan global. Karena petisi ini sangat penting untuk masa depan kita! 


Salam,

Kami para inisiator #StopBencana

1. Reda Gaudiamo
2. M.Ridha Saleh
3. Chitra Subyakto
4. Valerie Melissa Kowara
5. BEM FMIPA UI
6. Adila Isfandiari
7. Arie Utami
8. Hadi Priyanto
9. Asep Komarudin
10. Khalisah Khalid
11. Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI)
12. Eksekutif Nasional WALHI
13. 350 Indonesia
14. Fossil Free Indonesia
15. Climate Rangers
16. Extinction Rebellion Indonesia
17. Yayasan Indonesia Cerah
18. Jaga Rimba
19. Partai Hijau Indonesia
20 BEM UI

Inisiator selengkapnya ada di sini