Indonesia Sudah Cukup Bencana. Pak Jokowi, Deklarasikan Darurat Iklim Segera!

Indonesia Sudah Cukup Bencana. Pak Jokowi, Deklarasikan Darurat Iklim Segera!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 35.000.
Dengan 35.000 tanda tangan, petisi ini menjadi salah satu petisi paling banyak di tanda tangani di Change.org!

XR Indonesia memulai petisi ini kepada Jokowi (Presiden RI)

Inalilahi wainalilahi rojiun, Pandemi belum juga selesai dan bencana sudah berulang kali terjadi pada keluarga kita. Dampak dari pembangunan yang tidak menempatkan keselamatan dan rakyat sebagai prioritas utama. 

Bencana tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas publik, tapi juga menelan korban jiwa, membuat situasinya semakin sulit di saat kita merangkak bangkit dari krisis kesehatan. Kerugian tidak saja pada perorangan tetapi perekonomian yang berdampak pada kota dan provinsi. 

Saat update petisi ini dituliskan kota sintang di Kalimantan Barat masih terendam banjir yang sudah berlangsung selama 5 minggu. Berita banjir lain juga terjadi di kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan ratusan ribu jiwa terdampak. Pulau kalimantan yang kita kenal sebagai paru-paru dunia kini dalam keadaan paru-paru yang rusak kronis. Kerusakan ekologis, hilangnya harta biodiversity Indonesia demi pembangunan besar-besaran atas nama ekonomi segelintir. 

Data yang dirangkum BNPB selama periode 2021, tercatat setidaknya ada 2.172 kejadian bencana alam hingga 3 November 2021 yang juga didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi. Dan ini bukan angka yang kecil. Apabila dirata-rata, maka setidaknya Indonesia mengalami kejadian bencana sebanyak 10 kali dalam sehari. 

Peringatan BMKG tentang akan fenomena La nina dan curah hujan tinggi tidak bisa serta merta menyelamatkan dari bencana jika hal-hal yang harus diperbaiki tidak dilakukan. Alih-alih memperbaiki dan memitigasi yang terjadi adalah pembukaan besar-besaran untuk food estate dan rencana ibu kota baru. Deforestasi terus terjadi. 

Peringatan dari laporan terbaru pada awal Agustus 2021 dari IPCC (lembaga PBB di bidang perubahan iklim) menyebutkan bahwa frekuensi dan intensitas terjadinya bencana akan terus meningkat seiring dengan kenaikan suhu rata-rata global.

Bukan hanya banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, tapi gelombang panas, kekeringan, kegagalan panen, kenaikan muka air laut yang membuat kota-kota tenggelam, krisis udara bersih dan menyebarnya wabah penyakit akan menjadi new normal yang akan sering kita rasakan nantinya. 

Komitmen iklim Indonesia yang tertuang dalam NDC (Nationally Determined Contribution) tidak mengalami perubahan dari sejak 2015 : dengan beberapa analisis komitmen tersebut belum selaras dengan Perjanjian Paris menahan kenaikan suhu di 1.5°C dan masih sangat tidak memadai untuk menyelamatkan Indonesia dari bencana. Dalam analisis Climate Action tracker belum ada negara yang berada di jalur yang sesuai. 

Sangat disayangkan cuitan dan pernyataan resmi  Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia menguatkan dugaan bahwa perlindungan lingkungan dan hidup rakyat dikesampingkan atas nama pembangunan besar-besaran demi menguntungkan segelintir orang.

Prihatin, sedih, marah dan kecewa sangat wajar. Ya ini cukup mengkhawatirkan, karena waktu kita sudah tidak banyak. Untuk itu, kami butuh kamu, dia dan semuanya untuk bersuara bersama bergerak sekarang. Karena bencana tidak menunggu itu sudah terjadi. 

Deklarasi ini mendesak  : 

1. Deklarasi Darurat Iklim mendesak pemerintah untuk mencabut kebijakan-kebijakan yang merusak lingkungan dan, menyusun kebijakan strategis yang menempatkan keselamatan manusia, satwa, lingkungan hidup dan hak generasi yang akan datang sebagai prioritas.

2. Deklarasi Darurat Iklim mendesak pemerintah untuk membentuk tim khusus (Satgas) yang terbuka dan independen untuk  fokus pada penanganan dan pencegahan krisis iklim yang dipimpin langsung oleh Presiden. 

3. Deklarasi Darurat Iklim mendorong pemerintah untuk meningkatkan komitmen penurunan GRK yang lebih ambisius dalam NDC (Nationally Determined Contribution), bersikap terbuka dan transparans perihal data situasi dan rencana terkini dalam strategi mengatasi iklim kepada rakyat Indonesia. 

Teman-teman, waktu kita gak banyak kita hanya punya waktu 9 tahun untuk memperbaiki semua ini. Peluang untuk menahan resiko suhu hingga 1.5C sangat tipis, tapi secara ilmiah masih ada kemungkinan bila segera diambil tindakan sekarang! Deklarasi ini adalah upaya kita untuk membangun ketahanan negara kita terhadap krisis.

Dengan mendukung petisi ini dan mengajak teman untuk menyebarkannya dapat membuat Indonesia yang kita tinggali saat ini terhindar dari bencana yang disebabkan oleh krisis iklim. Karena petisi ini sangat penting untuk masa depan kita!

Salam

XR Indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 35.000.
Dengan 35.000 tanda tangan, petisi ini menjadi salah satu petisi paling banyak di tanda tangani di Change.org!