Larang penggunaan timbal dalam cat, selamatkan anak Indonesia!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Bahasa Indonesia / English

“Perkembangan otak anak-anak hanya mempunyai kesempatan satu kali seumur hidup, tidak dapat diulang” - Prof. Philip Grandjean, Harvard University of Public School.

Ketika mendengar pernyataan itu, saya teringat cucu saya yang berumur 2,5 tahun. Ia dan 23 juta anak Indonesia lainnya terancam oleh zat kimia berbahaya. Tapi, mereka dan orang tuanya bahkan tidak akan sadar.

Timbal merupakan zat kimia berbahaya dan beracun, salah satu penyebab dari penurunan kecerdasan anak. Namun, saat ini masih banyak digunakan sebagai bahan dasar cat enamel (cat kayu besi, berpelarut minyak) yang memberikan warna cerah seperti kuning, merah dan hijau. 

Warna-warna itu sering digunakan di tempat bermain anak. Sehingga, tanpa sadar, kita telah membiarkan anak-anak konsumsi timbal, terutama ketika mereka memegang alat bermain lalu jari-jarinya masuk ke mulut tanpa cuci tangan terlebih dahulu. 

Indonesia telah menandatangani kesepakatan internasional untuk mengurangi timbal dalam cat, yaitu SAICM (Strategic Approach to International Chemicals Management). Dalam kesepakatan ini, Indonesia berjanji bahwa di tahun 2020 akan melarang penggunaan timbal dalam cat.

Namun, berdasarkan penelitian dari Nexus3 Foundation, cat-cat yang ada di Indonesia masih mengandung timbal sampai 10.000 ppm, jauh di atas standar internasional yang disepakati, yaitu 90 ppm saja. 

Itulah mengapa, Pak Presiden Joko Widodo, saya ingin meminta agar dibuat peraturan pemerintah yang melarang penggunaan timbal sebagai bahan dasar cat. Jika sudah ada peraturan dari Presiden, maka kementerian-kementerian terkait serta industri dapat langsung menyesuaikan.

Cucu saya, sama seperti keempat cucu Pak Presiden, adalah calon penerus bangsa. Jangan sampai masa depan mereka rusak hanya karena kita tidak mengatur penggunaan zat kimia berbahaya yang ada di mana - mana.


Salam,


Yuyun Ismawati