Berikan Udara Bersih Bagi Masyarakat Sijantang "Stop PLTU Ombilin"

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pernahkah kamu merasakan ketika bernafas, ternyata udara itu membuat tubumu sakit?

Bayangkan dan rasakan setiap udara yang kamu hirup tidak hanya oksigen, tetapi termasuk debu atau asap beracun dari PLTU, lama-kelamaan menumpuk diparu-paru dan mengalir hingga keseluruh penjuru tubuhmu dan berakhir dengan sebuah penyakit yang mematikan. Coba renungkan kamu yang tinggal disana, atau ibumu, ayahmu, keluargamu dan orang tersayang lainya, mereka setiap hari menikmati udara beracun.

Ingat orang-orang yang tinggal disana merupakan saudara kita. tapi itulah kenyataannya disana, datanglah ke Sijantang, sebuah desa yang berada di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Desa mereka berada didekat PLTU Ombilin"  ayo masyarakat Sijantang membutuhkan kita, tanda tanganmu berarti bagi mereka."

 

Sejak Juni 2018 salah satu filter udara dari cerobong asap milik PLTU Ombilin telah mengalami kerusakan, setidaknya sekitar 100 ton limbah Fly ash terbang bebas mencemari udara setiap harinya. Desa Salak dan Sijantang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto adalah wilayah terdekat yang paling merasakan dampak debu limbah beracun tersebut. Meski masyarakat  telah sering  menggelar aksi protes untuk meminta PLN menghentikan sementara waktu operasional PLTU hingga perbaikan dilakukan, namun permintaan tersebut tidak pernah digubris, seolah kesehatan masyarakat tidak sepadan dengan kerugian yang akan timbul akibat tidak beroperasinya salah satu pembangkit listrik.

Kini situasi tersebut tidak mengalami perubahan yang berarti, meski sudah berkali-kali masyarakat melayangkan protes kepada manajemen PLTU Ombilin. Data Pantauan Udara yang dilakukan LBH Padang, dalam 3 hari kebelakang (17-21 Juni 2019) terlihat bahwa udara di PLTU Sektor Ombilin sudah masuk kedalam kategori Hazardous (berbahaya bagi manusia). bahkan pada hari Kamis, 20 Juni 2019 Pkl. 20.00. angka partikel halus berukuran PM2,5  menembus ke angka 423 µg/m³ yang semestinya hanya berada di titik tertinggi 66 µg/m³ sesuai Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 1999.

Dalam kondisi Filter udara PLTU Ombilin berkondisi baik, hasil pemeriksaan yang dilakukan pada murid SDN 19 Sijantang pada bulan Desember 2016 - Januari 2017 menunjukan hasil yang mengkhawatirkan. Dari ±50 orang murid kelas III dan IV yang diperiksa, hasil foto toraks menunjukan 76% sudah mengalami gangguan paru seperti Bronkhitis Kronis dan TB Paru, selain itu hasil pemeriksaan Spirometri menunjukan terdapat 76% penurunan fungsi paru. Bahkan dari data BPS Kota Sawahlunto, Penderita ISPA  di Kecamatan Talawi menembus angka 5.038 orang atau lebih dari seperempat (1/4) masyarakat Kecamatan Talawi yang tentunya saat ini semakin bertambah.

Kondisi ini tidak bisa kita biarkan bersama, negara seharusnya sesegera mungkin memberikan udara bersih untuk masyarakat sijantang. Untuk itu kita harus mendesak.

Ayo bersama-sama kita dorong majemen PLTU Ombilin untuk:

  1. Menghentikan sementara kegiatan produksi PLTU Ombilin.
  2. memperbaiki Filter Udara PLTU Ombilin.
  3. Memastikan hak kesehatan masyarakat yang terdampak debu PLTU.
  4. Memberikan sanksi yang tegas, dan penengakan hukum yang berkeadilan.
  5. Bertanggung Jawab secara penuh pengelolaan limbah  dan keruskaan yang ditimbulkan.
     

 

Petikan puisi: Jimmy Febrianto

judul: Bernafas

 

manusia boneka beraga sempurna

tapi tak lepas dari butuh udara

sebagai syarat makhluk bernyawa

menjelama hidup dialam dunia

 

nikmat bernafas, kadang terlupa

udara pagi bagai cerita biasa

menuntut Tuhan dimana cinta

bila sesak, baru tau rasa

lemah merana dan menderita