Berikan Hak SK CPNS Michael Alexander di Istitute Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Dengan Hormat, berikut ini saya sampaikan kronologi singkat mengenai permasalahan terkait proses Kejelasan Penetapan NIP atas nama Mikael Alexander.

1.    Pada tahun 2017 dibuka pendaftaran CPNS secara Nasional, kemudian Michael Alexander mendaftar CPNS tersebut dengan memilih jabatan formasi Dosen Sosiologi pada unit STAKN Toraja, instansi Kementrian Agama (lihat, Lampiran 1)

2.    Setelah melewati seleksi, verifikasi berkas baik itu manual dan juga online, Michael Alexander dinyatakan lulus berkas untuk melanjutkan tes berikutnya yaitu Tes Kompetensi Dasar dengan menggunakan sistem (sscn). Dari hasil tes tersebut, hasil yang dapatkan memenuhi passing grade dan berlanjut pada tahap Tes Kompetensi Bidang 1, 2 dan 3. Pada tahap ini diikuti oleh dua peserta atas nama Michael Alexander dan Frendly Albertus.   

3.    Dari hasil akumulasi TKD dan TKB, Frendly Albertus poinnya berada pada peringkat pertama dan dinyatakan lulus. Namun pada tanggal 14 Desember 2017, Frendly Albertus mengundurkan diri dengan alasan belum siap jauh dari keluarga.

4.    Pada tanggal 22 Februari 2018 Kementrian Agama RI mengeluarkan surat pengumuman Nomor: P-03738/SJ/B.II.2/KP.001.1/02/2018 Tentang Pengumuman Penggantian Peserta Yang Mengundurkan Diri Kelulusan Akhir Seleksi CPNS Kementrian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2017. Pada surat pengumuman tersebut nama  Mikael Alexander terlampir sebagai pengganti CPNS Frendly Albertus yang mengundurkan diri. (lihat Lampiran 3).     

5.    Sehubungan dengan surat pengumuman Nomor: P-03738/SJ/B.II.2/KP.001.1/02/2018 Tentang Pengumuman Penggantian Peserta Yang Mengundurkan Diri Kelulusan Akhir Seleksi CPNS Kementrian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2017. Mikael Alexander bersama pihak STAKN Toraja (sekarang beralih menjadi Institute Agama Kristen Negeri-IAKN), melengkapi dokumen administrasi dan mengirim Berkas Pengusulan NIP nomor: 536/Stk.05/KP.07.1/02/2018 yang ditujukan kepada Sekertaris Jendral Kementrian Agama RI. c. q. Panitia Seleksi CPNS Kementrian Agama Jakarta tertanggal 23 Februari 2018 sebagaimana waktu yang telah ditentukan. (Lihat Lampiran 4)

6.    Pada tanggal 26 April 2018 Direktur Pengadaan dan Kepangkatan BKN mengeluarkan surat Nomor: D.V 26-30/D 6-2/15 tentang Pengembalian berkas Usul Penetapan NIP CPNS atas nama Mikael Alexander dengan alasan sebagai berikut:

a.    Terdapat perbedaan kualifikasi penididkan, dalam formasi yang ditetapkan Kementrian PANRB untuk jabatan Dosen Sosiologi Asisten Ahli unit kerja STAKN Toraja, dipersyaratkan Magister Sosiologi, sedangkan ijazah yang bersangkutan Magister Sosiologi Agama.

b.    Surat pengunduran Diri dari peringkat di atasnya (peringkat 1) atas nama Frendly Albertus tidak terlampir. (Lihat Lampiran 5)

7.    Pada saat Surat dari BKN pada poin (6) di atas dikeluarkan tanggal 26 April 2018, surat tersebut tidak secara langsung diberikan kepada Michael Alexander, surat tersebut ditahan oleh pihak kampus tanpa sepengetahuannya.

8.    Karena sudah lama menunggu dan hanya mendapat jawaban (sabar dan tunggu) dari pihak kampus terkait informasi kejelasan penetapan NIP saya, sekitar bulan Juli 2018, Michael melaporkan permasalahan Kejelasan Penetapan NIP atas nama Mikael Alexander melalui aplikasi LAPOR yang ditujukan ke –BKN, dari hasil LAPOR tersebut barulah saya mengetahui masalah sebenarnya sehingga NIP saya belum ditetapkan. Kemudian setelah mengetahui informasi tersebut saya berkordinasi kepada pihak Kampus.    

9.    Pihak kampus dalam hal ini ketua STAKN Toraja barulah Menindaklanjuti surat dari BKN tersebut, lewat surat Nomor: 2226/Stk.05/KP.00.1/08/2018 yang ditujukan kepada Sekertaris Jendral. up. Kepala Biro Kepegawaian Kementrian Agama RI, tentang Permohonan Perubahan Formasi tanggal 17 Juli 2018. Dan karena belum ada balasan dari surat tersebut, saya kembali melakukan kordinasi agar pihak kampus bersurat lagi.  Dan pada tanggal 13 Agustus 2018 kembali STAKN Toraja lewat surat Nomor: 2226/Stk.05/KP.00.1/08/2018 mengajukan Permohonan Perubahan Formasi dari Sosiologi Umum menjadi Sosiologi Agama. Perlu saya informasikan, bahwa kampus STAKN Toraja dalam kurikulumnya tidak ada mata kuliah Sosiologi, yang ada ialah mata kuliah Sosiologi Agama. (Lihat Lampiran 7)

10. Selama periode Pengusulan Berkas Penetapan NIP, Michael Alexander tetap mengampuh mata kuliah Sosiologi Agama dan beberapa mata kuliah terkait kualifikasi pendidikan di STAKN Toraja hingga saat ini.    Namun hingga tanggal 1 Agustus 2019, belum mendapat informasi mengenai Kejelasan Penetapan NIP, sehingga ia memutuskan untuk berangkat ke-Jakarta menanyakan sejauh mana proses kejelasan penetapan NIP Tersebut.

11. Setelah sampai di Jakarta, pada tanggal 7 Agustus 2019 saya ke Dirjen Bimas Kristen dan diterima oleh Staff untuk menanyakan Kejelasan Penetapan NIP. Akan tatapi Hingga saat ini dari Bimas Kristen belum memberikan jawaban yang pasti.

12. Setelah dari Bimas Kristen, pada tanggal 09 Agustus 2019, Michael Alexander kemudian ke Inspektorat Jendral Kementrian Agama  dan diterima oleh salah satu staff Inspektorat dan dari Inspektorat Jendral, belum juga mendapatkan jawaban mengenai Kejelasan Penetapan NIP tersebut hingga saat ini.

13. Pada hari berikutnya tanggal 12 Agustus 2019, Michael Alexsander ke Kementrian Agama menemui Kasubag Biro Kepegawaian untuk menanyakan tindak lanjut proses Kejelasan Penetapan NIP, dan diperlihatkan surat terakhir Kementrian Agama No: P-2354/B.II/Kp.00.0/2018, tentang Permohonan Penyesuaian Formasi tertanggal 20 Agustus 2018 yang ditujukan ke Kementrian PANRB tentang Permohonanan Penyesuaian Formasi. Dengan demikian surat BKN (poin 6) dan surat Permohonan Penyesuaian NIP dari Kementrian Agama hanya berjarak kurang lebih 4 (empat) bulan. (Lihat Lampiran 8)

14. Pada hari berikutnya tanggal 14 Agustus 2019, Michael Alexander ke Kementrian PANRB dan diterima oleh salah satu Staff dengan membawa foto copy surat dari Kementrian Agama (poin 13), di sana ia bercerita mengenai kronologi permasalahan dan menanyakan sejauh mana surat yang dari Kementrian Agama di proses oleh Kementrian PANRB. Staff dari Kementrian PANRB memberikan 3 (tiga)  jawaban sebagai berikut:

a.    Pertama, susah untuk melacak sejauh mana surat ini diproses, karena ada begitu banyak tumpukan surat yang harus dibongkar.

b.    Kedua, mengenai persoalan ini kami pihak Kementrian tidak bisa memberikan informasi secara pribadi karena anda datang ke sini sifatnya pribadi. Maka kami akan berkordinasi dengan Kementrian Agama, dan dari Kementrian Agamalah yang akan menginformasikan perihal persoalan ini kepada anda.

c.    Ketiga, mengenai persoalan ini akan dirapatkan oleh Panselnas. Akan tetapi tidak mudah untuk mengumpulkan Panselnas karena mereka banyak kesibukan. Dengan demikian, mengenai waktu rapatnya tidak dapat ditentukan secara pasti.

15. Setelah dari Kementrian PANRB, pada tanggal 2 September 2019, lagi-lagi Michael Alexander kembali lagi ke Kementrian Agama untuk menanyakan terkait persoalan NIP tersebut, dengan harapan sudah ada informasi terkini dari Kementrian PANRB. Namun jawabanya belum ada. Selanjutnya, ia meminta agar sekiranya Kementrian Agama aktif dalam berkordinasi dengan Kementrian PANRB, dan pada saat itu juga ia disuruh membuat surat pribadi yang isinya dan intinya terkait mengenai Kejelasan Penetapan NIP yang nantinya surat tersebut akan ditindak lanjuti oleh Kementrian Agama untuk diteruskan ke Kementrian PANRB sebagai bukti tetap adanya kordinasi.

16. Pada tanggal 3 September 2019 Michael Alexander membawa persoalan ini ke Ombusdman RI diterima oleh salah seorang Staff, kemudian ia menceritakan secara singkat kronologi mengenai persolan ini, dan pengaduan tersebut diterima dan selanjutnya dalam proses verifikasi.

17. Sudah dua kali Ombudsman dan Komnas Ham bersurat meminta klasifikasi kepada lembaga terkait (Kemenpan RB, Kemenag RI, STAKN Toraja). Namun, sampai saat ini per tanggal 19 Februari belum juga ada informasi dan Kejelasan.