Bantu Pembangunan Asrama Bagi Siswa SD Koroway

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Akses yang jauh (sekitar 3 jam hingga 2 hari) dengan berjalan kaki menuju sekolah. Bantu Murid-murid SD Korowai untuk membuat asrama penginapan di Kp. Danowage. 

Bpk. Trevor dan Bpk. Paul dari yayasan Gereja Injil di Indonesia (GIDI), sudah 10 tahun menjadi relawan di Kampung Danowage untuk membantu penduduk Suku Korowai dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Sejauh ini, sudah berdiri Sekolah Lentera Harapan Danowage. Jumlah siswa mencapai 53 dan tahun depan akan ada penambahan murid. Tidak hanya pendidikan, para relawan juga memberikan pengobatan kepada penduduk yang mengeluh sakit.

Sekolah yang dibangun oleh yayasan GIDI dan bekerjasama dengan yayasan Sekolah Lentera Harapan ( SLH ) memiiki tiga ruangan, dua ruangan yang digunakan untuk belajar mengajar dari usia PAUD sampai dengan SD sedangkan satu ruangan lagi digunakan sebagai ruangan guru. Seluruh ruangan tersebut masih belum memadai untuk mengajarkan seluruh anak - anak suku Korowai yang ada di Kampung Danowage.

Jarak antar kampung yang dihuni oleh masyarakat suku Korowai cukup jauh, jarak terdekat dari Kampung Danowage adalah Kampung Waena yang bila di tempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 Jam melewati hutan dan rawa - rawa kecil. Mirisnya yang tidak bisa dilewati saat air sungai Daeram sedang naik atau meluap.

Murid yang bersekolah tidak hanya berasal dari Danowage dan Waena. Ada juga yang berasal dari Kampung Ukung Batu yang berarak 12 jam jika berjalan kaki. Kampung Afimanil dengan jarak 8-10 jam. Bayangkan jika setiap hari anak-anak ini harus berjalan kaki melewati hutan belantara dan derasnya aliran sungai.

Selain itu transportasi yang biasa digunakan oleh masyarakat suku koroway untuk pergi ketempat lain adalah perahu tradisional (keting-ting) yang masih manual dengan didayung atau sudah bermesin dengan jumlah yang terbatas. Ditambah lagi dengan ketersedian BBM yang sangat langka dan harganya yang mahal, hal ini semakin menyulitkan masyarakat untuk menggunakan perahu keting-ting sebagai alat transportasi utama.


“Kami, sangat memerlukan perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak korowai. Sebenarnya di bagian sekitar Danowage seperti Sinimburu sekolah tidak berjalan baik, ada anak kami yg dari sana berjalan sekitar 2 jam. Lebih parah lagi ada yg dari daerah Baygon, waktu datang ke sekolah mereka berjalan 2 hari 1 malam.” - Merry Tobing (Kepala Sekolah Sekolah Lentera Harapan).
Bagi teman-teman yang memiliki info dan ingin menanyakan informasi lebih lanjut bisa menghubungi narahubung :
Eva Fauziah (0898-2028-292) // WA dan SMS

Sarif Hidayat (0856-9780-6606) // WA

 

Ayoo Ikut Berkontribusi denagn klik : 

https://kitabisa.com/asramasdkoroway

Terimakasih semua yang telah meluangkan waktunya untuk melihat kampanye ini, besar harapan melalui itikad bersama kita bisa wujudkan inisiasi pembuatan "Asrama Penginapan" untuk anak-anak di Kampung Danowage.

Selamat beraktivitas, semoga segala kebaikan selalu menyertai kita semua :)



Hari ini: Sarif mengandalkanmu

Sarif Hidayat membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Jokowi: Bantu Pembangunan Asrama Bagi Siswa SD Koroway". Bergabunglah dengan Sarif dan 45 pendukung lainnya hari ini.