Tutup Fintech Pinjaman Online

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Lagi dan lagi Pinjaman Online membuat kehebohan dengan tertangkapnya 4 orang karyawan penagihan salah satu perusahaan pinjaman online bernama Vloan.

mereka yg tertangkap ini akibat melakukan cara penagihan yg tidak lazim yaitu melakukan pelecehan seksual kepada nasabah yg ditagihnya.

belum lagi kasus bunuh diri yg menimpa seseorang karena terjerat pinjaman online.

2 kasus diatas akibat dari cara penagihan perusahaan aplikasi pinjaman online yg tidak lazim yaitu melakukan intimidasi, penyebaran data pribadi hingga pelecehan terhadap nasabah yg mengalami telat melakukan pembayaran utang.

Mau sampai kapan hal ini akan terjadi? berbagai elemen masyarakat sudah melakukan laporan ke berbagai pihak mengenai permasalahan ini akan tetapi tidak ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap Perusahaan Aplikasi, salah satunya perusahaan aplikasi bernama Rupiah Plus yg telah banyak melakukan pelanggaran, belakangan Rupiah Plus menghilang dan berganti nama menjadi Perdana.

dengan nama baru Perdana "puasa" melakukan penagihan dengan cara tak lazim, tetapi bbrp hari belakangan Perdana mulai "kumat" dengan melakukan cara penagihan yg sama dengan Rupiah Plus.

otoritas jasa keuangan serta Asosiasi fintech hanya menyerukan untuk lapor dan lapor tanpa ada tindakan tegas.

alih2 membantu masyarakat di sektor keuangan malah membuat masyarakat resah dengan tindakan penagihan para oknum karyawan penagihan pinjaman online.

sudah banyak "korban" dari tindakan penagihan pinjaman online ini.

jika pemerintah tidak mampu melindungi konsumen dari jerat pinjaman online, lebih baik larang semua pinjaman online beroperasi di Indonesia serta Bubarkan Asosiasi Fintech