TURUNKAN HARGA BBM SEKARANG JUGA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Kepada Yth. 
Presiden Republik Indonesia
Bapak Ir. Joko Widodo

Di Tempat

Dengan hormat, 

Surat ini ditulis sebagai wujud cinta kami kepada Bapak Presiden beserta jajaran, keluarga kami, dan seluruh rakyat Indonesia. 

Sehubungan dengan situasi turunya harga minyak dunia yang menyebabkan Harga BBM disetiap negara turun lebih dari 50 persen. Namun setelah ditelusuri ternyata pihak pemerintah melakukan penyesuaian harga, sehingga sangat memberat masyarakat Indonesia masa pandemik ini.

Setelah ditelusuri, penyebabnya adalah keluarnya Keputusan Menteri ESDM No 62K/MEM/2020 tanggal 20 Februari 2020 yang intinya bahwa harga BBM di Indonesia didasarkan pada harga rata-rata produk kilang minyak di Singapura (MOPS – Mean Oil Platts Singapore) dan hanya dapat ditinjau setiap 2 bulan, yaitu setiap tanggal 24 pada bulan genap.

Dengan permen tersebut maka harga BBM di Indonesia tidak lagi terkait langsung dengan penurunan harga minyak mentah dunia, tetapi tergantung berapa harga minyak hasil kilang Singapura, sementara Permen tersebut agak aneh karena:

Pertama, diterbitkan saat harga minyak mentah dunia mulai turun. Kedua, peninjauan harga BBM hanya bisa dilakukan setiap 2 bulan, dan ketiga, menggunakan standar harga produk kilang Singapura (MOPS) – bukan harga dasar.

Sebagai informasi bahwa penggunaan standar harga MOPS sdh tidak dipakai lagi bersamaan dengan pembubaran Petral tahun 2015 dan harga BBM sejak 2015 didasarkan pada harga dasar yang dihitung berdasarkan harga minyak mentah + biaya pengolahan + biaya lainnya + margin.

Penggunaan standar harga MOPS ditengarai sebagai cara mafia minyak mengeruk keuntungan dari penjualan BBM ke Indonesia.

Dengan menggunakan standar harga singapura (MOPS) maka diduga akan terjadi. Pertama, “pengaturan” harga antara pemilik kilang di Singapura bersama mafia migas karena berapa pun harganya akan dibeli oleh Pertamina akibat aturan pemerintah (Permen ESDM). Sebagai informasi, saat konsumsi normal, Indonesia mengimpor BBM sekitar 700 – 800 ribu barrel per hari. Jumlah yang sangat besar.

Kedua, harga BBM di Indonesia sangat tergantung hasil “kesepakatan” pemilik minyak di Singapura dengan mafia migas dan Pertamina. Ini terbukti bahwa walaupun harga BBM diseluruh dunia sudah turun sangat drastis tapi harga BBM di Indonesia tidak mengalami penurunan.

Selain itu, dengan ketentuan sesuai dengan permen ESDM tersebut bahwa harga BBM baru bisa disesuaikan setiap 2 bulan maka sejak 24 Februari 2020, pertamina bersama pemilik minyak dari kilang Singapura dan (diduga) mafia minyak sdh menikmati keuntungan sangat besar dari memeras rakyat Indonesia di tengah pandemi corona.

Agar menjadi fair, terjadi persaingan bebas maka Sebaiknya penentuan harga BBM di Indonesia kembali menggunakan harga dasar yang mengikuti harga minyak mentah dunia dan diubah jika terjadi kenaikan atau penurunan minyak dunia sebesar 10 persen

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia turun drastis di tengah pandemi virus corona. Penurunan harga terjadi karena kekhawatiran pasar atas penurunan permintaan minyak akibat pandemi virus corona.

Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) bahkan minus US$37,63 per barel pada perdagangan Senin (20/4). Harga ini merupakan harga terendah sejak NYMEX membuka perdagangan minyak berjangka pada 1985 silam.

Sebelumnya Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade telah meminta Pertamina menurunkan harga BBM Ia Mendesak PT Pertamina (Persero) dan Kementerian BUMN menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul jatuhnya harga minyak mentah dunia akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Pemerintah harus cepat menurunkan semua harga BBM untuk mengurangi beban masyarakat di masa krisis corona saat ini. Ia mengusulkan harga BBM pada kisaran Rp. 4.000 per liter.

Kisaran harga itu bisa diterapkan untuk semua jenis BBM yang dijual Pertamina. Sebab harga minyak mentah dunia sudah turun drastis hingga ke angka terendah sepanjang sejarah. Disejumlah negara tetangga yang sudah menurunkan harga BBM jauh di bawah harga yang masih diterapkan Indonesia.

Desakan untuk menurunkan harga BBM telah disampaikan dalam rapat antara Komisi VI DPR RI dengan Pertamina, Kamis (16/4) lalu. Andre membuka peluang pihaknya akan kembali memanggil Pertamina dan Kementerian BUMN jika harga BBM belum kunjung turun.

"Kami tunggu jawaban tertulis mereka selama sepuluh hari, kita kaji, nanti kita panggil lagi," katanya.

Namun sampai saat ini pemerinta masih kokoh dengan pendiriannya untuk tidak menurunkan Harga BBM, sehingga mengakibatkan potensi merajalelahnya mafia migas dibumi pertiwi ini.

Olehnya itu, Atas nama Rakyat Indonesia Demi Meringankan Beban Masyarakat kecil dan Demi memutus Mata rantai Mafia Migas, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo segera :

TURUNKAN HARGA BBM SEKARANG JUGA !

Demikian petisi ini kami buat. Kami sangat berterima kasih bila Bapak Presiden RI dapat membaca surat kami ini. Surat ini semata-mata kami buat sebagai wujud cinta kami kepada bangsa Indonesia. Kami mendukung segala upaya Bapak dalam melakukan upaya agresif dan terbaik dalam memenuhi kesejahteraan rakyat ditengah pandemi COVID-19 ini. Alasan terbesar kami untuk menyampaikan surat ini karena kami yakin Bapak akan mendengar aspirasi kami sebagai Anak Bangsa yang khawatir tentang kondisi yang terjadi sekarang. Terimakasih.

Jakarta, 28 April 2020

Atas nama Putra-Putri Bangsa Indonesia