Tuntutan Permohonan Maaf Jubir Pemerintah Penanganan Covid19 Kepada Masyarakat Miskin

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Bahwa pada tanggal 15 Maret 2020 Pemerintah Indonesia telah menetapkan pandemi virus corona (COVID-19) sebagai bencana nasional - bencana non alam. Per tanggal 16 Maret 2020, secara prosentase Indonesia telah masuk rangking kedua tingkat kematian di dunia akibat COVID-19.
Bahwa sebagaimana telah kita ketahui bersama berdasarkan data https://www.covid19.go.id/situasi virus-corona/ update per tanggal 27 Maret 2020 telah terkonfirmasi 1046 orang, dalam perawatan  913 orang, sembuh 8 orang dan meninggal  4 orang.
Pada skala internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3) lalu, telah menyatakan kasus corona yang menyebabkan COVID-19 adalah pandemi.
Akan tetapi, sampai hari ini pemerintah belum mengambil kebijakan yang cukup signifikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya bagi kaum pekerja/buruh karena masih harus bekerja dalam dalam kondisi tidak aman tanpa perlindungan dari ancaman COVID-19.
Namun, pidato Achmad Yurianto, selaku Jubir pemerintah untuk penanganan virus Corona justru mengeluarkan statement yang tidak menyelesaikan masalah tapi malah membuat masyarakat marah atas pernyataannya.
Pernyataan tersebut disampaikan secara live pada tayangan Kompas TV. Jika dicek melalui YouTube  https://youtu.be/bfemmkjWyvA dapat ditemukan pada video berjudul : “BREAKING NEWS - Jumat 27 Maret 2020, 1.046 Kasus Positif Corona, 87 Meninggal Dunia.” Pada menit 22.40 sampai 22.51 secara jelas Achmad Yurianto menyebut “Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar. Dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya... ini menjadi kerjasama yang penting.”
Teruntuk bapak Achmad Yurianto, mengapa bapak tidak berbicara saja : "sesama rakyat harus saling melindungi" daripada harus membawa kalimat kaya dan miskin? Dari sekian banyak bahasa yang bisa dipakai untuk memperkuat solidaritas bangsa di tengah pandemi Corona, kenapa harus menggunakan kata kaya dan miskin untuk menyebut masyarakat Indonesia? Sama saja bapak membenarkan adanya kesenjangan sosial dalam kehidupan perekonomian antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin di Indonesia. Namun, jelas lebih menyakitkan lagi ketika anda mengatakan bahwa orang miskin-lah yang menularkan penyakit kepada orang kaya.
Pemilihan kata kaya dan miskin terlebih disampaikan oleh seorang pejabat publik dan ditonton jutaan masyarakat Indonesia sungguh tidak layak. Karena sama saja mencederai hati masyarakat Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut data BPS pada bulan Maret 2019 terdapat 25,14 juta masyarakat kita yang termasuk dalam kategori miskin. Dan ini sangat menyakitkan bagi mereka semua.
Ingat pak, Masyarakat miskin kota dan pekerja informal adalah beberapa di antara kelompok rentan dampak wabah Corona. Namun, justru anda memberikan stigma seolah-olah si miskin yang menularkan penyakit Corona kepada orang kaya.
Oleh karena itu kami menuntut Achmad Yurianto untuk mengakui kesalahan dan memohon maaf bagi seluruh masyarakat Indonesia baik secara tertulis ataupun dalam siaran langsung yang disiarkan media massa. Meskipun bapak khilaf, atau tidak sengaja. Namun, kalimat yang bapak ucapkan pada menit ke-22.40 itu merupakan bentuk penghinaan pada penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Karena sama saja dengan mencederai perasaan 25,14 juta orang Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2019. Oleh karena itu pak Achmad Yurianto harus segera meminta maaf secara tertulis dan disiarkan secara langsung kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Dan kami menuntut agar pemerintah lebih fokus terhadap penanganan pandemi Corona di Indonesia. Khususnya memberikan perhatian lebih dan bantuan konkret kepada masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada pendapatan harian seperti pedagang kecil, sopir ojek online, sopir angkot, buruh harian lepas, dan lain sebagainya.


Salam damai, dan lekas sembuh Indonesiaku.

Sumber you tube : https://youtu.be/bfemmkjWyvA

saya adalah Miftahul Ulum anggota FNKSDA Surabaya organisasi yang berfokus pada agraria  dan aktif di Wadah asih Solidaritas (Wadas) surabaya Organisasi Yang berfokus pada pendampingan buruh industri dan perkebunan