TUNTASKAN KASUS PELANGGARAN PKM DI KAMPUNG JAWA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Tuntaskan Kasus Pelanggaran PKM Di Kampung Jawa, Provinsi Bali.

Mengutip berita Jawa Pos Radar Bali tertanggal 24 Mei 2020 (https://radarbali.jawapos.com/read/2020/05/24/195822/abaikan-pkm-netizen-bali-protes-malam-takbiran-pemuda-kampung-jawa “Imbauan Pemerintah agar malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dilakukan di rumah masing-masing tidak berjalan sempurna”.

Di saat umat Muslim di Bali patuh dengan imbauan pemerintah, pemuda kampung Jawa di Jalan Ahmad Yani, Denpasar, Sabtu (23/5) malam menggelar acara malam takbiran.

Mereka menggelar malam takbiran diikuti banyak pemuda. Padahal, saat ini Kota Denpasar masih memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Yang menjadi persoalan, acara tersebut mengabaikan anjuran pemerintah. Banyak para peserta tidak memakai masker, hingga mengabaikan physical distancing.

Kegiatan para pemuda tersebut terekam dalam video amatir yang diunggah di media sosial, spontan mendapat berbagai respon dari netizen. Salah satunya protes dari netizen dengan akun @niluhdjelantik “Sungguh Sangat Disayangkan, Egoisma sudah menghancurkan sifat-sifat manusiawi”. Hal senada pun dilontarkan akun @ikm.oka “Yg seharusnya penuh rasa toleransi, saling menjaga, dan menghormati. Disaat semua orang mengendalikan diri mereka justru mencari sensasi”.

Hal ini membuat masyarakat geram dan menentang aparat hukum bertindak tegas sebagaimana mereka bertindak dengan menjadikan Ketua Panitia Ngaben (upacara agama Hindu) di Sudaji sebagai tersangka.

Komunitas Putera Bali mengajak teman-teman semua untuk menyuarakan Keadilan dan Kepastian Hukum atas Pelanggaran terhadap Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang dianjurkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mengisi petisi online yang ditujukan kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Mabes Polri RI. Keadilan Harus Di Tegakkan !!