Tolong bebaskan mama kami yang membongkar EMAS PALSU 59 KG di BRI dari PENJARA!

0 have signed. Let’s get to 5,000!


 

Putusan kasasi Mahkamah Agung oleh Artijo Alkostar yang perkasa pada 2017 yang lalu mengulang kembali ketidak adilan dan membuat bingung dengan kebenaran hukum di Republik ini.

Musibah hukum ini bermula dari Ibu saya Rotua Anastasia Sinaga yang baru 2 minggu diangkat sebagai Kabag Administrasi Kredit di bank BRI Wilayah Jakarta 2 menolak permohonan suplesi penambahan kredit nasabah bank BRI Ratna Dewi.

Menolak karena melihat ada kejanggalan yaitu 59 kg emas agunan nasabah ini tidak didukung dengan bukti pemeriksaan agunan sebagai emas murni, meskipun emas tersebut sudah 2 tahun sebelumnya menjadi agunan di bank BRI.

Ibu saya, wanita yang terpaksa harus berani membongkar agunan emas palsu nasabah di bank BRI malah mendapat hadiah penjara, inilah fakta hukum yang membingungkan dan sangat menyakitkan.

Adapun kronologinya adalah sebagai berikut :

1. Maret 2013 ibu saya dan 2 orang karyawan bank BRI ditahan oleh Polisi dengan tuduhan menggelapkan emas agunan nasabah kreditur dengan mengganti menjadi emas palsu. 3 orang lagi pejabat BRI menjadi terdakwa sempat ditahan namun dilepaskan.

2. Dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dari hasil penyelidikan Polisi tersebut tidak terbukti sama sekali. Emas tersebut terbukti memang palsu sesuai fakta persidangan. Namun, oleh Hakim tetap dijatuhi hukuman 3 tahun kurungan dan denda 5 Milyar subsider 3 bulan.

3. Pembelaan yang dilakukan manajemen bank BRI dan fakta persidangan tidak bisa membebaskan dari dakwaan Hakim. Dalam putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta tuduhan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dinyatakan tidak tepat namun tetap dihukum 10 bulan. Dalam putusan kasasi di Mahkamah Agung oleh Artijo Alkostar dinyatakan bahwa hukuman kembali seperti putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

4. Saat ini ibu saya dipenjarakan kembali sudah 8 bulan sambil menunggu putusan PK (Peninjauan Kembali) Surat PK sudah 6 bulan sampai ditangan Majelis Hakim namun belum ada putusan PK. Kami berharap Majelis Hakim bisa independen dan bisa segera memutuskan apapun hasilnya kami harus terima.

Nasabah tersebut Ratna Dewi adalah spesialis penipuan emas dengan beberapa perkara yang tahun 2005 sudah pernah dipenjarakan.

Pedih sekali rasanya menerima perlakuan hukum yang tidak adil seperti ini. Bingung dengan arti kebenaran hukum di RI kenapa bisa seperti ini. Sudah 5 tahun kami hidup dengan kekhawatiran akibat ketidak jelasan perkara ini. Pejabat yang menerima emas palsu diawal masuknya tidak tersentuh hukum hingga saat ini begitu juga Ratna Dewi, sehingga perkara ini menjadi perkara yang misterius. Apakah ibu saya dikorbankan?

Kami sekeluarga berserah pada Tuhan semoga tangannya bekerja melalui majelis hakim yang menangani PK dengan dasar kebenaran, keadilan, dan hati nurani agar Ibu saya bisa pulang sesegeranya.

Terima kasih, hormat saya

Arga Servatius Raynaldo Purba,

Mahasiswa, putra dari ibu Rotua Anastasia Sinaga

Melengkapi informasi bisa saya tambahkan link dibawah ini

https://m.detik.com/news/berita/d-3547473/ma-terbelah-adili-kasus-59-kg-emas-palsu-ratna-dewi?single=1

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2014/03/03/rotua-anastasia-bersikukuh-tidak-bersalah

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/12/07/tujuh-bulan-usai-ajukan-pk-rotua-anastasia-belum-dapat-kejelasan-dari-mahkamah-agung



Today: Arga is counting on you

Arga Servatius needs your help with “Joko Widodo: Tolong bebaskan mama kami yang membongkar EMAS PALSU 59 KG di BRI dari PENJARA!”. Join Arga and 4,151 supporters today.