Tolak rencana impor guru, Angkat guru honorer yang sudah ada

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Assalamu'alaikum wr wb

Salam sejahtera bagi kita semua melihat berita yang lagi viral dimedsos terkait impor guru

Kualitas guru dalam negeri sebenarnya punya potensi baik tetapi beban kurikulum dan beban administrasi yang begitu berat membuat mereka sibuk dengan hal-hal yang tidak perlu. Saya yakin jika guru-guru impor itu bekerja dengan ikatan kurikulum yang sama plus beban administrasi yang sama maka mereka pun tak akan maksimal apalagi kendala bahasa akan menjadi masalah besar Jumlah guru di seluruh Indonesia cukup banyak, bahkan melebihi angka tiga juta. Sehingga, impor guru tidak perlu. Terus terang ada wacana impor guru sangat tidak bisa diterima secara akal. Kalau sampai ada impor guru, sementara guru honorer atau yang baru lulus masih mengantre begitu panjang, kami merasa sangat dilukai,
impor guru bukan hanya mendatangkan masalah secara kuantitas, namun juga dari sisi ideologi, kesatuan dan persatuan, kebudayaan, serta penyiapan jangka panjang. Impor guru sama saja dengan tidak mempercayai kualitas sumber daya manusia dalam negeri.memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia bukan dengan mengimpor guru, melainkan membenahi pola rekrutmen yang selama ini membuat distribusi guru kurang merata. Terutama di wilayah pedalaman yang aksesnya cukup jauh dari pemerintah.

“Rekrutmen guru harus dilakukan secara sistematis. Apalagi sekarang akan ada pola PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) untuk guru honorer.”

“Ini yang mesti dilakukan secara kontinu, jangan ada pikiran untuk impor, karena guru itu bukan hanya transfer pengetahuan tapi juga mencakup aspek ideologi, nasionalisme, misi negara, dan seterusnya yang dikhawatirkan tidak paham dengan Indonesia,”

 

TOLAK IMPOR GURU,ANGKAT HONORER YANG SUDAH MASUK DATABASE