Petisi ditutup

Tolak Kebijakan Waktu Belajar 5 hari

Petisi ini mencapai 22 pendukung


Kebijakan perpanjangan jam belajar sekolah formal per hari dengan mengurangi hari belajar menjadi 5 hari bagi siswa sekolah formal akan berrampak :

1. Mematikan lembaga pendidikan non formal (madrasah diniyah) yang telah terbukti bertahun-tahun menjadi benteng penguatan akidah, akhlaq, dan karakter siswa.

2. Kebijakan kemendikbud c.q. Prof. Dr. Muhajir Effendi, menurut hemat kami tidak mencerminkan subatansi kebijakan yang mendukung semangat mencerdaskan kehidupan berbangsa yang berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, alih-alih lebih mengejar kuantitas angka dalam rapot.

3. Di saat bangsa Indonesia saat ini yang miskin dan kering akan penguatan akidah (yang benar), akhlaq (santun), dan karakter yang kuat sebagai jati diri bangsa Indonesia, masihkah Bapak Menteri Dikbud hanya ingin mengejar sekedar angka yang tinggi tapi mengabaikan nilai-nilai akidah, akhlaq, dan karakter siswa? 

Kami sebagai warga negara yang baik, sangat menghargai ide-ide para pembimbing kami di pemerintahan, namun alangkah ruginya apabila pembimbing yang kami harapkan abai dengan pembangunan diri warganya yang justru amat penting dan substansial bagi kami dan generasi bangsa Indonesia.

Terima kasih.

Salam dari warga negara Indonesia.



Hari ini: Husnul mengandalkanmu

Husnul Adib membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Tolak Kebijakan Waktu Belajar 5 hari". Bergabunglah dengan Husnul dan 21 pendukung lainnya hari ini.