TOLAK INVESTASI INDUSTRI MIRAS

TOLAK INVESTASI INDUSTRI MIRAS

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Elva Farhatina memulai petisi ini kepada Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia) dan

TOLAK PERPRES INVESTASI INDUSTRI MIRA

Pemerintah didesak mencabut aturan yang melegalkan investasi industri minuman keras (miras) di empat provinsi. Berbagai kalangan menyebut, membuka lebar keran investasi miras sama saja dengan merusak generasi bangsa.

Industri minuman keras sebelumnya masuk ke dalam daftar negatif investasi. Namun, sektor tersebut kini diubah ke dalam klasifikasi sebagai bidang usaha dengan persyaratan tertentu melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Dalam lampiran III perpres tersebut, pada poin nomor 31, 32, dan 33 ditetapkan bahwa bidang usaha industri minuman keras mengandung alkohol, alkohol anggur, dan malt terbuka untuk penanaman modal baru di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya serta kearifan setempat.

Dalam aturan tersebut juga diatur bahwa investasi di luar daerah-daerah tersebut diperbolehkan dengan izin kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal melalui usulan gubernur setempat.

Di media sosial semarak beredar flayer dengan tema TOLAK PERPRES INVESTASI INDUSTRI MIRAS . Inilah negara demokrasi terlepas apapun kelebihan dan kekurangannya demokrasi di Indonesia, dengan semaraknya gerakan tersebut membuktikan bahwa warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang mengatur  hidup mereka. Hal ini adalah bentuk kritik  untuk pemerintah , Oleh karenanya, semuanya berhak untuk berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Apapun alasannya melalui petisi ini kita TOLAK PERPRES INVESTASI INDUSTRI MIRAS

https://www.kompas.tv/article/151485/tegas-pbnu-dan-muhammadiyah-tolak-investasi-miras-yang-diteken-jokow

 

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!