Tolak Cabut Subsidi Angkutan Umum, Perbaikan angkutan umum dan atasi kemacetan dan polusi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Melihat negara lain dimana menyediakan angkutan gratis sesuai berita di http://www.dw.com/id/untuk-mengurangi-polusi-jerman-akan-menggratiskan-transportasi/a-42579174

DKI Jakarta adalah salah satu kota yang terkena polusi udara dengan tingkat kemacetan yang sangat tinggi. Berita tersebut bertolak belakang dengan keputusan KCI akan mencabut subsidi terhadap KRL di https://katadata.co.id/berita/2018/02/15/kci-berencana-kurangi-subsidi-tarif-commuter-line

Menanggapi dari artikel yang kami terima, kami menentang kebijakan untuk menaikan tarif angkutan massal yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini dan kami bertanya seberapa serius kah pemerintah untuk mengatasi kemacetan? Fakta yang kami terima yaitu bahwa keadaan angkutan umum dianggap kurang efektif secara waktu dan biaya sehingga karena suatu keadaan, orang banyak ke kendaraan pribadi (mobil atau motor), untuk menengah ke bawah lebih murah menggunakan sepeda motor daripada angkutan umum dan untuk saat ini keberadaan ojeg online yang bukan angkutan massal dinilai cukup untuk efektifitas secara waktu dan biaya.

Berdasarkan survey di forum transportasi jakarta, masalah utama orang sulit berpindah dari angkutan pribadi ke angkutan umum adalah:

1. Ketepatan Waktu: jadwal sering ngaret, untuk angkot/metromini suka ngetem  untuk kejar setoran, kereta juga sering telat dan ditahan2 tidak jelas

2. Jarak/headaway antara jadwal satu ke jadwal lain: Transjakarta koridor tertentu, ada harus menunggu lama; untuk di KRL ada harus menunggu lama seperti jadwal Cikarang - Jakarta kota, kp.Bandan - Jatinegara, Duri - Tangerang

3. Keterjangkauan Area di suatu tempat: ada area yang tidak terjangkau, seperti area tertentu di kelapa gading, sunter, cibubur, sentul, dsb.

4. Jam operasi angkutan umum: seperti kita tahu bahwa jam operasional terbatas, jam kerja di kota besar seperti di ibukota dapat melebihi dari jam kerja normal. Karena tau risiko akan pulang malam, maka terpaksa menggunakan kendaraan pribadi

5. Kurang efektif dalam hal waktu dan biaya: karena angkot yang suka ngetem tidak jelas, headaway terlalu tinggi, terkena macet, jadwal yang tidak pasti, membuat orang banyak tidak sabar dan butuh agar tidak telat sehingga menggunakan angkutan pribadi. Ke suatu area dengan angkot saat ini

6. Kenyamanan di dalam angkutan umum: karena ketepatan waktu, headaway tinggi, antrean di halte/stasiun menumpuk maka akan membuat tidak nyaman sehingga dipilih lah angkutan pribadi

7. Keamanan di dalam angkutan umum: keberadaan copet dalam angkutan umum, preman/pengamen/pengemis/orator yang diperbolehkan masuk ke angkutan umum membuat calon penumpang enggan sehingga tetap dipilih angkutan pribadi yang tergolong lebih aman

Dengan permasalahan umum yang dihadapi, diharapkan pemda, menhub, gubernur bekerja sama dan memberikan solusi terbaik atas penanggulangan kemacetan lalu lintas agar orang tertarik untuk pindah dari angkutan pribadi ke angkutan umum



Hari ini: Fajar mengandalkanmu

Fajar Putra membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Tolak Cabut Subsidi Angkutan Umum, Perbaikan angkutan umum dan atasi kemacetan dan polusi". Bergabunglah dengan Fajar dan 25 pendukung lainnya hari ini.