THR dan transparansi gaji pramugari Batik Air

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Pramugari batik air mendapatkan 3 sesi gaji dalam sebulan. Yang meliputi : Gaji PATA (uang makan+ron), Gaji jam terbang, dan Gaji pokok. Gaji tersebut dibayarkan per tanggal 10 (PATA), 15 (Jam terbang), dan akhir bulan (Gapok). Gaji berupa transfer dana direct ke rekening masing-masing pramugari. Kami tidak diberikan rincian berapa jam flight hours (jam terbang), rincian progresif, rincian potongan untuk apa saja yang kami dapatkan. Jadi jika ada kekurangan kami tidak tahu, kami hanya tahu ada gaji masuk per tanggal tersebut. Dan setiap kita menginginkan rincian tersebut kita harus email personal ke bagian keuangan, yang itupun tidak pernah dibalas. Padahal sesuai dengan perjanjian kontrak kerja tertera bahwa pihak kedua yaitu pramugari harus mengetahui rincian gaji yang didapat. Lalu ketika kami ke kantor untuk meminta rincian gaji per 3 bulan, hanya akan diberikan total gaji per bulan dan dijumlahkan sebanyak 3 bulan. Yang mirisnya kami terkadang ditanyakan mau diisi berapa? Kami heran apa yang salah dengan mengetahui gaji asli kami? Itu kan hak kami. Gaji kami setiap bulannya dipotong yang "katanya" untuk biaya mess dan bpjs. Walaupun kita tidak tinggal di mess gaji kita tetap dipotong dan tidak diberi uang transport.

Yah, siapa sangka gaji pramugari batik air tidak sebanyak diperkirakan kebanyakan orang. Terutama setelah pandemi COVID-19 gaji kami SEMAKIN dipotong. Kami hanya menerima info melalui grup whatsapp bahwa gaji dipotong dan diwajibkan untuk menandatangani perjanjian bahwa bersedia gajinya dipotong. Yang kembali lagi ketika kita meminta rincian potongannya pihak management hanya bisa "BUNGKAM". 

Begitupula dengan THR, sudah jelas bahwa pemerintah memberikan surat edaran menteri ketenagakerjaan republik indonesia nomor : M/6/HI.00.01/V/2020

Point 2 bahwa : Bila perusahaan tidak mampu membayar THR secara penuh pada waktu yang ditentukan pembayaran dapat dilakukan secara bertahap, Bila perusahaan tidak mampu membayar THR sama sekali pada waktu yang ditentukan maka dapat dilakukan penundaan dalam waktu yang disepakati.

Point 4 bahwa : kesepakatan mengenai waktu dan cara pembayaran THR keagamaan dan denda, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan dan denda kepada pekerja/buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta dibayarkan pada tahun 2020.

Di surat edaran sudah jelas bahwa ada kesepakatan antara 2 belah pihak untuk hal ini. Tapi kami hanya diberitahukan bahwa tidak ada THR. Selesai. Tanpa ada kesepakatan pembayaran akan dilakukan bertahap atau ditunda sampai kapan. Semua hanya diputuskan melalui sepihak. Dan ketika kami memberitahukan mengenai surat edaran ini, kami diminta untuk menelpon chief/supervisor kita jika ingin info lebih lanjut. Dan ketika ada yang menelpon chief menanyakan perihal THR, beliau bilang "masih untung kalian gak di PHK". Apakah patut kata-kata tersebut dilontarkan? Kami hanya menuntut HAK kami yang seharusnya kami dapatkan. 

Parahnya lagi, pihak management tidak adanya itikad baik sama sekali dan malah mengancam akan memecat kami yang telah menandatangani petisi ini. Apa mereka sebegitu putus asanya? Sehingga cara terakhir memecahkan masalah ini dengan melakukan PHK kepada yang telah mendukung petisi ini.

Saat ini pun pihak perusahaan malah membuat petisi yang seakan-akan dibuat oleh kami pramugari batik air ini. Apa ini permainan? Haruskah berbalas petisi seperti ini? Dan parahnya kami semua diwajibkan untuk menandatangani petisi "mereka". Kami heran. Kami butuh penjelasan dan titik terang dengan berdialog bersama bukan candaan seperti ini. Apakah sesulit itu memenuhi hak kami? Ayolah. Kita cukup dewasa bukan.

Kami ingin semua pihak membuka mata dan telinga. Kami hanya mencoba untuk menyalurkan suara kami yang selama ini tidak pernah didengar.

Dukung dan sebar petisi ini agar suara kami didengar dan membantu kami mendapatkan HAK yang seharusnya kami dapatkan. Dan beri dukungan di Instagram kami @BATIKAIR2020

Terima kasih.

 

Salam,

Pramugari Batik Air