Tarik TNI/POLRI dari tanah ulayat Paumere, Nangapanda, Ende.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Perkembangan kasus pencaplokan tanah Paumere, ada indikasi tindakan kekerasan terhadap masyarakat pada 17 Oktober 2018, kehadiran pihak polisi yang membawa senjata lengkap dengan menyembunyikan wajah mereka dengan kain hitam, kapolsek Nangapanda yang melarang masyarakat untuk tidak boleh bicara, kehadiran aparat TNI menimbulkan tekanan psikologis masyarakat, macetnya proses pendidikan anak sekolah dasar, kelaparan yang dialami masyarakat karena tanah mereka dikuasai TNI dan TNI melarang masuk ke wilayah yang sudah ditanam pilar.

Karena itu, permohonan dan permintaan kami sebagai berikut:

1. Menghentikan keterlibatan TNI dalam urusan tanah suku Paumere
2. TNI segera mencabut kembali pilar-pilar batas tanah dan Plang yang bertuliskan tanah milik TNI AD yang ditanam secara paksa di wilayah tanah suku Paumere
3. Pihak Kepolisian segera memeriksa Indra Hasan
4. TNI segera mengambil kembali bendera sebagai lambang negara Republik Indonesia yang sudah dikibarkan oleh TNI secara tidak wajar di pinggir jalan di lingkungan tanah garapan masyarakat
5. Hentikan proses hukum atas saudara Heri Gany, dkk.
Demikian Petisi ini kami buat agar kebenaran ditegakkan dan masyarakat suku Paumere boleh mengalami hidup yang damai, serta proses pendidikan berjalan kembali secara baik.



Hari ini: Yohanes mengandalkanmu

Yohanes Kare membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko widodo: Tarik TNI/POLRI dari tanah ulayat Paumere, Nangapanda, Ende.". Bergabunglah dengan Yohanes dan 251 pendukung lainnya hari ini.