Sultan Zainal Abidin Syah (Tidore) Pahlawan Nasonal

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Usulan dan dukungan
 
SULTAN ZAINAL ABIDIN SYAH – tidore – maluku utara (sebagai PAHLAWAN Nasional)
 
Pada tanggal 19 Oktober 2017 di forum Rapat Paripurna DPRD Kota Tidore Kepulauan, Partai NasDem Kota Tidore Kepulauan - Maluku Utara telah secara resmi menyampaikan usulan agar Yang Mulia Sultan Zainal Abidin Syah diusulkan sebagai PAHLAWAN NASIONAL kepada pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah Pusat.

Berikut ini adalah ulasan tentang sejarah singkat Sultan Zainal Abidin Syah Sultan Tidore yang dikutip dari beberapa sumber : (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas dan keluarga besar Sultan Zainal Abidin Syah)

Zainal Abidin Syah merupakan Sultan Tidore (1947-1967), beliau mempunyai peranan penting di dalam sejarah perebutan kembali Papua Bara. Pada tanggal 17 Agustus 1956 Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan Propinsi Perjuangan Irian Barat dengan Ibu kota sementara di Soa - Sio Tidore. Keputusan tersebut di ambil oleh Presiden Soekarno dengan alasan Papua serta pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore sejak ratusan tahun lalu. Sultan Zainal Abidin Syah kemudian ditetapkan sebagai Gubernur sementara propinsi perjuangan Irian Barat pada tanggal 23 September 1956 di Soa-Sio Tidore (SK Presiden RI No. 142/ Tahun 1956, Tanggal 23 September 1956). Selanjutnya sesuai SK Presiden RI No. 220/ Tahun 1961, Tanggal 4 Mei 1962, beliau ditetapkan sebagai gubernur tetap Propinsi Irian Barat.

Sebagai gubernur Sultan Zainal Abidin Syah  diperbantukan pada Operasi Mandala di Makassar (TRIKORA) Perjuangan Pembebasan Irian Barat.

Dalam catatan sejarah, beliau diberikan 3 pilihan yaitu, pertama, Tidore bergabung dengan kerajaan Belanda, kedua, Tidore Berdiri sendiri menjadi sebuah negara dan ketiga, Tidore bergabung dengan NKRI, maka yang Mulia Sultan Zainal Abidin Syah lebih memili bergabung dengan NKRI.

Sultan Zainal Abidin Syah memegang jabatan gubernur Irian Barat sampai tahun 1962, Selanjutnya beliau wafat di Ambon pada tanggal 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon, selanjutnya pada tanggal 11 Maret 1986, pihak keluarga kesultanan Tidore memindahkan kerangka Sultan          

Zainal Abidin Syah ke Soa Sio Tidore dan disemayamkan di Sonyine Salaka (Pelataran Salaka) Kedato Kie Soa-Sio Kesultanan Tidore.

Zainal Abidin Syah adalah Gubernur Irian Barat pertama yang menjabat pada tahun 1956-1962. Saat panasnya hubungan antara Indonesia dengan Belanda mengenai Irian Barat, ia diangkat menjadi Gubernur Irian Barat yang berkedudukan di Soasio, Tidore.

Kami atas nama Masyarakat Tidore mohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar usulan ini dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh Presiden Republik Indonesia

 

 



Hari ini: Partai NasDem Kota Tidore Kepulauan mengandalkanmu

Partai NasDem Kota Tidore Kepulauan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Sultan Zainal Abidin Syah (Tidore) Pahlawan Nasonal". Bergabunglah dengan Partai NasDem Kota Tidore Kepulauan dan 95 pendukung lainnya hari ini.