STOP MEMBLOKIR KREATIVITAS!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kominfo kembali memblokir sebuah aplikasi online. Setelah sebelumnya Tumblr, kali ini Tik Tok-lah menjadi korbannya. Alasannya selalu sama: berisi konten yang berdampak negatif. Sesungguhnya sangat melelahkan mendengar orang-orang tua itu seenak udelnya memblokir platform-platform yang biasa kita gunakan untuk mengekspresikan kreatifitas, dengan alasan ingin melindungi generasi muda dari hal-hal negatif, sedangkan di internet kita bisa saja menemukan apapun di manapun! Ada jutaan situs dan aplikasi di internet yang menyediakan tempat untuk kita mendapatkan informasi atau mengekspresikan diri.

Sayangnya, para generasi tua terlambat paham kalau dunia sudah berubah. Mereka masih terjebak di zona waktu ketika mereka dibesarkan, dan menganggap cara bertumbuh pada zaman mereka adalah yang terbaik dibanding yang lainnya. Didasari dengan mindset tersebut dan ditambah dengan ketidak-pahaman (atau sikap ignoran), generasi tua dengan enteng mencemooh perilaku ekspresif para generasi muda, menganggap tindakan yang anak-anak muda lakukan adalah tindakan bodoh dan hanya menghabiskan waktu.

Padahal, kalau kita mau sedikit saja berpikiran positif, Tik Tok sebenarnya bisa menjadi kesempatan kita, masyarakat Indonesia, untuk memulai budaya apresiatif. Seperti yang kita tahu, mental bangsa kita adalah mental insecure dan minder (yang seringkali disamarkan dengan sopan santun) dan kita tidak jarang menutupi kelemahan tersebut dengan sikap-sikap abusive seperti mengolok-olok, nyinyir, dan sebagainya. Padahal, untuk berubah menjadi bangsa dengan tingkat percaya diri yang lebih baik, kita perlu mengembangkan budaya-budaya positif dan konstruktif. Budaya apresiasi adalah salah satunya. Dan itu sudah dimulai dengan amat baik oleh para generasi muda, terutama gen Z (generasi yang lahir tahun 1995-2012) melalui video-video yang diunggah di Tik Tok. Di umur yang sebegitu muda, kami tidak lagi canggung berinteraksi dengan orang lain. Menyukai, berkomentar, saling memuji, dan berbagi trik & tips sudah menjadi hal yang biasa bagi kami. Dan orang-orang yang lebih tua sebenarnya juga bisa mengambil peran dalam mengembangkan kultur apresiatif ini dengan ikut menyukai dan mendukung konten-konten kami di berbagai platform di internet. Dengan kultur suportif dan apresiatif seperti itu, kalian bisa membuat generasi masa depan Indonesia menjadi sedikit lebih bercahaya, lebih kreatif, dan memiliki self-esteem yang lebih baik daripada generasi sebelumnya, yang pada akhirnya juga berimbas pada daya saing masyarakat Indonesia di kancah dunia di masa depan.

Pesan untuk teman-teman pegiat Tik Tok, tak usah bersedih. Masih banyak aplikasi serupa di luar sana dan saya yakin kita tidak akan kesusahan untuk menemukan dan memviralkannya. Tetap semangat menjaga kreatifitas dan ayo terus berkarya!

Dan untuk Pemerintah dan Kominfo, baik yang telah, sedang, ataupun yang akan menjabat di kemudian hari, tak apa bila Anda tidak ingin membuka kembali akses Tik Tok di negeri ini hanya karena ingin menjaga wibawa. Toh kami akan mudah menemukan aplikasi serupa dan membuatnya viral secepat kilat. Tapi tolong hentikan tindakan blokir memblokir seperti ini. Seperti yang kita tahu, generasi muda terutama Gen Z disebut sebagai anak kandung internet. Jadi jangan coba-coba bermain-main dengan kami, karena Anda, orang-orang tua, tidak akan pernah bisa menang di permainan kami.



Hari ini: Deddy mengandalkanmu

Deddy Putra membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: STOP MEMBLOKIR KREATIVITAS!". Bergabunglah dengan Deddy dan 11 pendukung lainnya hari ini.