STOP GEMBOK PAKSA Sekolah Paskalis dan Slamet Riyadi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


"Slamet Riyadi, Sudirman dan Paskalis bakal di segel." -message teman satu almamater di grup WA.

Berita itu cukup mengagetkan. Saya pribadi mengenyam pendidikan menengah pertama di Ignatius Slamet Riyadi. Yup, salah satu sekolah yang ada dalam list akan di segel.

Alasan yang saya dengar adalah karena ketiga komplek sekolah itu berdiri di lahan milik TNI dan akan di kenakan perluasan kesatuan.

Saya sungguh memahami akan kepentingan dari pihak TNI tersebut. Ini toh demi kepentingan negara yang sangat kita cintai.

Tetapi sangat disayangkan bahwa proses penyegelan tidak dilakukan dengan cara yang baik. Proses sosialisasi ke pihak sekolah hanya dilakukan dalam proses hitungan minggu.

Proses negosiasi sudah dilakukan oleh pihak Keuskupan kepada TNI. Di awal proses kami mendapatkan berita bahwa pihak TNI memaklumi dan tidak meneruskan proses segel tersebut.

Tetapi tadi malam saya mendapat berita bahwa sekolah paskalis sudah di segel dengan cara digembok. Tindakan ini menyusul dengan proses segel yg sama untuk sekolah berikut nya yaitu sekolah Katolik Ignatius Slamet Riyadi.

Pihak Keuskupan lewat laman Facebook resmi sudah membuat surat terbuka untuk Bp. Presiden Joko Widodo terkait permasalahan ini. Adapun isi surat tersebut adalah sbb:

-‐-------‐-------‐--
Surat terbuka untuk Bp Presiden tercinta

Cempaka Putih 30 Agustus 2019

Kepada
Yth Bapak Presiden Joko Widodo
cc Mendikbud

Semoga seruan ini sampai ke meja kerja dan hati terdalam Bapak Presiden.

Esok anak- anak masih harus sekolah. Esok guru dan karyawan juga masih harus melaksanakan tugas-tugas mereka demi kemajuan anak-anak pemilik masa depan negeri ini.

Mohon TNI (Kodam) tidak menggembok gerbang persekolahan St Paskalis di area Kodam- Sumur Batu. Lebih dari itu, kami mohon untuk turut memikirkan dan mempertimbangkan juga rencana pengambil-alihan aset yang telah 45 tahun lebih digunakan untuk pelayanan pendidikan (persekolahan St Michael dan St Paskalis) dan juga pelayanan kesehatan masyarakat umum (poliklinik) yang hingga hari ini semua karya itu semata-mata adalah karya sosial yang menyapa dan melayani warga sederhana. Semua karya itu murni bersifat sosial (non profit) dan kemanusiaan.

Semoga seruan ini sampai ke hati Bapak Presiden, Mendikbud, dan para pengambil kebijaksanaan terkait dengan hal ini. Semoga tekad dan seruan demi SDM unggul dan Indonesia maju bisa terwujud dengan baik dalam suasana penuh kasih dan persaudaraan.

Dari kami,
Ketua Pembina Yayasan St Paskalis,
Rm Robertus Agung Suryanto OFM

-----‐-------‐-------‐--

https://www.facebook.com/238545669561820/posts/2427266187356413/

*Edit: 31 Agustus 2019 Pukul 20:22

Info terakhir setelah rekonsiliasi dengan pihak2 terkait, untuk Sekolah PB Sudirman hanya berstatus "Disegel" dan tidak di gembok paksa seperti hal nya Sekolah Paskalis dan Ignatius Slamet Riyadi.

Note:

Petisi ini tidak akan kami close dengan tujuan agar kita semua dapat melakukan pengawasan dan memberi dampak sosial kepada pihak terkait agar tetap melakukan segala kesepakatan dengan seharusnya. Terima kasih untuk partisipasinya.