Sikap Tegas PEMERINTAH pada FINTECH di bawah OJK pada Pandemi Covid - 19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pandemi Corona yang saat ini sedang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, membawa banyak dampak kepada masyarakat secara Sosial hingga Ekonomi Keuangan.

Sebelumnya Fintech adalah alternatif solusi cepat dan praktis dalam mengatasi permasalahan keuangan dan pembiayaan. Dengan tidak banyak keribetan yang harus dilalui oleh masyarakat dalam pemberkasan.

Dan di Amini Oleh OJK, dengan mengeluarkan Izin Operational untuk Fintech.

Pada Pandemi Corona/Covid - 19 ini, di mana Anjuran Pemerintah dalam memotong rantai Covid-19 adalah #DirumahAja #WFH. Tapi apakah seluruh nya bisa menjalankah WFH? Apakah Seluruh masyarakat bisa berpenghasilan dengan #WFH #DirumahAja?

Bahkan tak sedikit, roda ekomoni masyarakat gulung tikar. Usaha Sepi hingga Tutup, Karyawan Di rumahkan, PHK, Driver Online pun tak luput dari krisis ini.

 

MAKA

Kami Mengharapkan, Pemerintah bersikap tegas, dengan Menyesuaikan kondisi masyarakat saat ini dengan :

1. Memberikan Kelonggaran tunda Cicilan/Angsuran Fintech. Baik Keuangan maupun Multiguna. Pada daerah terpapar Covid-19 (Peta Jelas). 

2. Memperpanjang Tempo Cicilan/Angsuran, 6-12 Bulan.

3. Mewajibkan Seluruh Fintech untuk Menjalankan Poin 1 dan 2. Hingga Pandemi Covid-19 dinyatakan Selesai.

 

Karena, Hingga Saat ini Belum ada Sikap TEGAS dari PEMERINTAH, OJK maupun Pemangku Kepentingan Lain atas Fintech yang Beroperasi Legal di Indonesia. Dan Masih banyak Fintech Menagih angsuran serta mengikutkan Denda bagi Penunggak angsuran pada masa Pandemi Covid-19.

Bukan masyarakat ingin melepas tanggung jawab atas Pinjaman/cicilan/tagihan pada FINTECH. Masyarakat hanya berharap di beri ruang yang longgar, dalam menata ekonomi dalam Rumah-Dapur Mereka.

Agar Masyarakat Ekonomi Menengah ke Bawah, Bisa mengikuti Anjuran Pemerintah tentang #DirumahAja, Menjaga Keluarga, Bertahan dengan sisa-sisa kemampuan keuangan yang mereka miliki.

Berharap Perputaran keuangan di masyarakat terus berputar di masyarakat secara langsung, tidak berhenti di Lembaga Pembiayaan maupun Fintech. Sehingga kekuatan ekomoni mendasar pada masyarakat daerah terdapak Covid-19 bisa bertahan minimal nya.