Petisi ditutup

Seruan #KalbarDamaiMilikKita

Petisi ini mencapai 46 pendukung


Seruan #KalbarDamaiMilikKita

 

Situasi damai antar sesama warga Kalimantan Barat yang realitasnya beragam merupakan khasanah sekaligus perekat semangat persatuan dalam kebersamaan dan keberagaman.

Upaya provokasi destruktif maupun terprovokasi sehingga bertindak diluar akal sehat  tidak boleh merusak relasi yang telah terjalin baik antar warga selama ini. Kasadaran bersama bahwa kekerasan versus kekerasan antar sesama warga hanya akan melahirkan luka bagi semua.

Dukungan semangat dan komitmen segenap komponen agar Kalbar damai tetap menjadi milik kita bersama tidak boleh padam. Mari dukung kami untuk terus kobarkan semangat dalam menjaga, merawat  dan mewujudkan Kalimantan Barat yang aman, nyaman dan damai, dengan menandatangani petisi berikut ini.

Menyadari bahwa Kalbar adalah rumah kita dan rasa aman – nyaman - damai harus hadir dalam setiap diri penghuninya, maka kami Warga Kalimantan Barat Lintas Latar Belakang dengan ini menyerukan;

1. Mengajak agar segenap komponen warga Kalimantan Barat untuk waspada, menahan diri dan tidak gampang menyampaikan provokasi dan atau terprovokasi atas berbagai isu maupun informasi yang berpotensi memecah belah sesama anak negeri.

2. Mendukung dan meminta kepada aparat untuk bertindak tegas dan profesional dalam menjaga dan memastikan rasa aman, nyaman dan damai bagi segenap warga.

3. Mengecam berbagai bentuk tindakan provokasi, sikap intoleran dan cara-cara kekerasan (radikal) oleh oknum dan atau organisasi dari pihak manapun yang mengancam sekaligus berpotensi mengoyak keutuhan sebagai warga bangsa di Bumi Khatulistiwa dalam bingkai NKRI.

4. Mengajak segenap komponen untuk tidak mudah menyertakan simbol-simbol identitas yang dapat memicu ketegangan sosial yang berujung konflik antar sesama manakala terjadi persinggungan atau insiden murni antar pribadi maupun antar kelompok.

5. Mengajak dan meminta para elit, pemuka dan segenap komponen masyarakat untuk mengambil peran sebagai perekat semangat kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman demi menjaga persatuan bangsa yang damai dan tenteram, serta bukan malah sebaliknya.

6. Meminta dan mendukung insan pers dalam melakukan peliputan untuk menyampaikan informasi sahih yang mendidik dan profesional berbasis jurnalisme damai bagi terwujudnya kedamaian untuk semua.

7. Mensyukuri dan menjadikan realitas keberagaman maupun realitas sosial budaya yang indah sebagai modal kebersamaan dan perekat persatuan antar sesama warga.

Pontianak, 21 Mei 2017
Warga Kalbar Lintas Latar Belakang

1. Hendrikus Adam, 2. Pradono, 3. Jimmy S. Mudya, 4. Ayen Nurita, 5. Ragil Maulana, 6. Muhammad Fakhrurrozi, 7. Irena Yovanka Tasya Avrina, 8. Meidi Sastrayansyah, 9. Lalu Iskandar, 10. Umar Jailani, 11. Khairur Rijal, 12. Singgih Herlambang,
13. Yunita Sari, 14. Novita Sari, 15. Rosadi Jamani, 16. Paul Nelwan, 17. Qomaruzzaman, 18. Bella Saputri, 19. Stephanus Paiman, OFM Cap., 20. Ansilla Twiseda Mecer, 21. Eva Caroline, 22. Norman Jiwan, 23. Mateus Pilin, 24. Anton P. Widjaya, 25. Ade Nizar Maulana, 26. Petronela Marlina, 27. Agustinus Agus, 28. Petrus Kanisius, 29. Ewaldus Dinorian Sukardi, 30. Felix Belawing, 31. David, 32. Junaidi, 33. Abdias Yas, 34. Krissusandi Gunui’, 35. Steven Greatness 36. Richardus Giring, 37. P. Bagara Darmawan, OFM Cap, 38. M. Zuni Irawan, 39. Endang Sri Lestari, 40. Margareta Koni, 41. Nur Iskandar, 42. Sri Hartini, 43. Nicolaus Apin, 44. Subro, 45. Hilarinus Tampajara, MTB, 46. Joko Waluyo, 47. Encep Endan, 48. Andi Fachrizal, 49. Sumadi, 50. Dian Lestari, 51. Heronimus Heron. 52. Yuventius Ivie, 53. Benyamin Efraim, 54. Agapitus, 55. Yeni Mada, 56. Shaban Stiawan.

NARAHUBUNG:

# Hendrikus Adam (0852-4525-1907)

# Pradono (0812-578-3943)

# Muhammad Fakhrurrozi (0813-4944-9344)

# Jimmy S. Mudya (0856-5483-8909)

 

#PrologSeruan

Sabtu siang hingga sore (20/5/2017), ketegangan sempat menghampiri situasi di sekitar Jalan Gajah Mada kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Peristiwa yang bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional ini diwarnai dengan sebuah insiden dan potensi gesekan antar warga yang semestinya tidak perlu terjadi. Situasi tersebut rentan menjurus pada situasi buruk destruktif yang tidak diinginkan. Terlebih sebelum dan pasca peristiwa tersebut tersiar informasi yang beragam melalui akses sejumlah saluran media komunikasi dan berpotensi kian menambah kegaduhan. Namun demikian, syukurlah situasi tersebut berangsur kondusif. Bila situasi tidak nyaman seperti ini terus berlarut, maka yang paling dirugikan adalah kita sesama warga dengan latar belakang yang realitasnya memang beragam.

Situasi yang terjadi mengingatkan kita semua untuk mawas diri, ambil bagian dengan turut memastikan dan menjaga agar Kota Pontianak, terutama Kalimantan Barat menjadi rumah yang nyaman untuk dihuni semua warga. Kita percaya dalam hati terdalam setiap insan dan bahkan dari setiap keyakinan yang dianut maupun aliran kepercayaan leluhur sekalipun menghendaki adanya harmoni antar sesama. Menghendaki adanya rasa nyaman, aman dan damai. Karena itu, hakikatnya rasa damai yang menjadi asa tersebut adalah milik kita semua. Menjadi milik kita bersama yang tidak boleh dirusak oleh sejumlah oknum.

Dalam situasi Kota Pontianak dan Kalimantan Barat yang saat ini akan menghadapi pesta demokrasi, maka bukan tidak mungkin situasi yang terjadi justeru sengaja dikelola dan bahkan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum tertentu yang cerdas membaca situasi dengan menjadikannya peluang untuk “memuluskan” kepentingannya. Potensi benturan antar sesama warga yang lahir karena luapan emosi semata hanya akan semakin memperpanjang masalah dan bukan malah memperbaiki situasi.

Pada sisi lain, harus disadari pula bahwa suku, agama, ras antar golongan (SARA) adalah khasanah, potensi dan modal sosial yang menjadi realitas. Seharusnya ia menjadi perekat dan pemersatu antar sesama warga, dan bukan malah sebaliknya. SARA dalam perjalanan sejarahnya harus disadari kerap digunakan sebagai “alat dan komoditas” dalam melakukan provokasi oleh kalangan tertentu. Sedangkan usaha untuk memprovokasi dengan berbagai motifnya tersebut bisa lahir baik dari dan oleh siapapun. Kondisi yang seperti ini baik bila disadari sebagai bagian dari antisipasi. Karena dapat menjadi celah terbuka yang berpotensi mengoyak semangat kebersamaan dalam keberagaman yang terbangun begitu apik antar warga selama ini.

Damai hakikatnya adalah sebuah proses dan bukan hasil akhir. Karenanya intensitas, sinergisitas, asa dan komitmen bersama dalam merawat, menjaga hingga membuahkan kondisi harmonis penting menjadi perhatian bersama secara terus menerus agar kohesi sosial tetap hadir.

Kekerasan sejatinya tindakan yang tidak produktif bagi persatuan sesame anak negari, terlebih dengan begitu gampangnya simbol-simbol identitas di seret di dalamnya. Kekerasan Vs kekerasan, hanya akan melahirkan korban dan kobaran permusuhan sesama warga.



Hari ini: Hendrikus mengandalkanmu

Hendrikus Adam membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Seruan #KalbarDamaiMilikKita". Bergabunglah dengan Hendrikus dan 45 pendukung lainnya hari ini.