Seluruh Pengobatan Kanker Peserta BPJS Tetap harus dicover.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Mengingat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/707/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/659/2017 tentang Formularium Nasional.

Sebagai rakyat kecil saya sangat kecewa atas keputusan tersebut.  Bukankan tujuan adanya bpjs adalah gotong royong sesama rakyat dalam menanggung biaya pengobatan rakyat??  Sasaran yg ingin dicapai pastilah rakyat dengan ekonomi menengah ke bawah. Sebab umumnya rakyat dengan ekonomi menengah ke atas sudah memiliki asuransi pribadi.  Sementara semua rakyat Indonesia diwajibkan jadi peserta dan membayar bpjs.  Bahkan dalam pelaksanaannya peserta yang didaftarkan melalui perusahaan harus membayar lebih dari 2 kali lipat,  sementara kebanyakan karyawan swasta lebih memilih berobat dicover asuransi atau rembes ke perusahaan.  Dengan kata lain bayar bpjs namun tidak digunakan.  Pertanyaannya bagaimana bpjs bisa merugi? 

Mengingat lagi dalam pengobatan tidak bisa kita pakai teori efektifitas biaya.  Kalau memang mau menghemat biaya sekalian saja pengobatan ditiadakan. Tinggal menunggu ajal menjemput selesai semua.  

Kalau memang masalah biaya jg saya mohon agar Bapak Presiden meninjau kembali sistem managemen bpjs kesehatan.  Sebab saya pribadi bisa melihat gaji pegawai bpjs yang masih baru pemula saja bisa lebih tinggi dari kami karyawan swasta yg sudah bekerja belasan tahun S cara profesi.  Kalau pegawai bpjs pemula saja gajinya sudah besar bagaimana lagi petinggi-petinggi bpjs.  Saya membayangkan mereka hidup dengan gaji dan fasilitas yang mewah,  sementara kami rakyat kecil membayar bpjs dengan manfaat yang tidak maksimal bahkan nyawa taruhannya.  Saya sangat sedih menyaksikannya,  bahkan air mata turut menghiasi penglihatan ini. 

Untuk itu Bapak Presiden Jokowi yang saya hormati,  mohon segera menindaklanjuti masalah ini.  Trimakasih