Selamatkan Wanita Dari Kanker Serviks

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tidak ada yang bisa memprediksi kapan dan bagaimana seseorang meninggal dunia. Meski begitu, ada beberapa penyebab kematian di Indonesia yang paling umum terjadi yang semestinya bisa dicegah dengan langkah serius seperti Kanker serviks yang sudah lebih awal dapat dicegah di sebagian besar negara-negara Barat karena tes skrining dan vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang tersedia. Ketika kanker serviks ditemukan lebih awal, maka akan lebih mudah untuk diobati karena sangat berhubungan dengan kelangsungan hidup dan kualitas hidup yang baik. kanker serviks adalah kanker paling umum yang menyerang perempuan. Namun sayangnya, jenis kanker ini sering terlambat dideteksi. 

Penelitian yang dilakukan Jo's Cervical Cancer Trust menemukan adanya kesenjangan dalam pengetahuan tentang kanker serviks, Beberapa survey yang dilakukan ditemukan fakta bahwa Hampir 60% dari wanita berusia 50-64 tidak tahu bahwa Human Papillomavirus (HPV) adalah penyebab kanker serviks. 38.4% dari mereka yang disurvei menunda skrining dan tidak menyadari bahwa bahkan jika hanya memiliki satu pasangan seksual, masih besar kemungkinan terkena virus HPV (Human papilomavirus).

Tindakan pencegahan primer atau yang terpenting untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah dengan melakukan :

  • Skrining untuk kanker serviks : Selama Pap Smears, dokter akan mengambil sejumlah sel di serviks dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis. Pap smear sebaiknya dilakukan ketika Anda sudah berusia 21 tahun dan sudah berhubungan seksual, dan dilakukan setiap 3 tahun setelahnya. Jika Anda berusia 30 tahun atau lebih, Anda dapat melakukan tes HPV setiap minimal 5 tahun. Jika Anda aktif secara seksual, Anda butuh tes vagina chlamidia dan gonorhea setiap tahun. Dengan Pap Smear juga, kanker serviks dengan mudah dicegah. Serviks merupakan leher rahim yang berada di antara rahim dan vagina. Pap smear akan menemukan sel abnormal di serviks, di mana sel tersebut mengalami perubahan bentuk meskipun belum menjadi kanker. Penyebab utama kanker serviks adalah virus HPV (Human papilomavirus), virus yang biasa menyebabkan infeksi menular seksual.
  • Vaksin untuk kanker serviks : Dua vaksin yaitu Gardasil dan Cervarix, dapat melindungi wanita di bawah 26 tahun terhadap beberapa strain HPV. Vaksin tidak melawan semua strain HPV. Maka, PapSmear rutin meskipun sudah mendapatkan vaksin tetap perlu dilakukan. Selain itu, tidak semua kanker serviks disebabkan HPV.

Bagaimanapun juga, deteksi dini itu lebih baik daripada sudah terlanjur terserang kanker serviks dan sudah masuk dalam stadium akut. Oleh karena itu dukungan pemeriksaan secara gratis atau informasi seputar kesehatan reproduksi dari pemerintah masih sangat perlu digalakan terus menerus dalam menanggulangi penyakit berbahaya ini, terutama daerah-daerah pedalaman yang masih kurang tersentuh layanan kesehatan.

 



Hari ini: Violin mengandalkanmu

Violin Ninef membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Selamatkan Wanita Dari Kanker Serviks". Bergabunglah dengan Violin dan 8 pendukung lainnya hari ini.