Selamatkan Novel Baswedan dari Teror !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


"Novel adalah KPK, dan KPK adalah Novel". Demikian ungkapan saya menilai sosok penyidik KPK yang satu ini. Jujur, moralitas yang tinggi, reputasi yang baik, integritas, independensi dan profesional merupakan sifat dan karakter yang menyatu dalam diri seorang Novel sekaligus nilai kelembagaan KPK mewujud dalam dirinya sehingga ungkapan diatas saya sematkan kepadanya.

Secara pribadi saya tidak mengenal Novel Baswedan, saya hanya tahu kiprahnya selama menjadi penyidik KPK melalui pemberitaan media massa. Pelbagai kasus korupsi besar yang ditanganinya sukses dibawa ke pengadilan dan para pelaku diganjar dengan hukuman penjara, ganti rugi dan pencabutan hak-hak individu terpidana. 

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/04/11/profil-novel-baswedan-lulusan-akpol-1998-yang-memilih-gabung-sebagai-penyidik-independen-kpk

Kasus korupsi besar simulator SIM 2007 menyeret Kepala Korlantas Polri saat itu Irjen Pol Djoko Susilo masuk bui yang juga senior di kepolisian, kasus Wisma Atlit SEA Games Palembang (Nazaruddin dkk) 2011, kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur BI (Miranda Swaray Goeltom, dkk) 2004, kasus suap Akil Mukhtar 2011, kasus alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) 2011 (Wa Ode Nurhayati dkk) dll. Dan yang paling anyar kasus korupsi E-KTP yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp. 2.3 Triliun. Pendek kata, Novel dianggap penyidik spesialis kasus-kasus besar. 

https://tirto.id/kasus-kasus-besar-dan-jenderal-yang-ditangani-novel-baswedan-cmr4;

https://www.brilio.net/serius/ini-kasus-korupsi-besar-yang-ditangani-novel-baswedan-170411i.html

Pagi ini (11/4), saya membaca running text salah satu TV swasta nasional bahwa penyidik KPK Novel Baswedan di siram air keras. Saya terkejut dan penasaran sehingga mencari beritanya dipelbagai media online. 

https://news.detik.com/berita/d-3470948/kronologi-penyiraman-air-keras-terhadap-novel-baswedan

Penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan merupakan bentuk teror terhadap penegak hukum oleh para koruptor dan kroninya, apalagi sedang hangatnya sidang kasus korupsi E-KTP yang sedang berlangsung.

Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Kapolri agar segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK tersebut. Presiden pun menegaskan sikapnya terhadap Novel Baswedan bahwa ia merupakan penyidik KPK yang memiliki prinsip teguh dan tak ingin ia dilukai dengan cara-cara tidak beradab. 

Melalui petisi ini, kami warga negara Indonesia meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk melakukan langkah-langkah sebai berikut:

  1. Memberikan perlindungan dan pengamanan kepada penyidik KPK dalam pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi. Penyidik KPK merupakan tulang punggung pemberantasan korupsi dengan integritas, independensi dan profesionalitas yang mumpuni.
  2. Mengusut secara cepat dan tuntas melalui kepolisian agar para pelaku segera ditangkap aktor dan dalangnya. Hal ini bukan saja serangan individu ke Novel Baswedan tetapi juga serangan terhadap negara dalam upaya pemberantasan korupsi sebagai corruptor fight back (serangan balik koruptor).
  3. Perlunya menyusun protokol baku KPK dalam pemberian perlindungan terhadap penyelidik dan penyidik KPK dalam pelaksanaan tugas-tugas lapangan yang rentan terhadap kriminalisasi, penyerangan, konspirasi dan upaya lain yang dapat mencelakai petugas KPK.

Demikian petisi ini disampaikan dan ditanda tangani semoga bapak Presiden, Kapolri dan Ketua KPK agar dapat mengambil langkah-langkah penting dan segera.

Jakarta, 11 April 2017



Hari ini: Ollenk mengandalkanmu

Ollenk d'Jeantackque membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Selamatkan Novel Baswedan dari Teror !". Bergabunglah dengan Ollenk dan 52 pendukung lainnya hari ini.