Selamatkan demokrasi di tingkat desa

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Ayo selamatkan demokrasi kita baik dikanca nasional, provinsi, kabupaten dan bahkan ditingkat desa. Hal ini perlu karena demokrasi merupakan cikal bakal munculnya konflik horizontal/gesekan publik jika tidak ada formulasi regulasi yang tepat untuk diterapkan. Kali ini saya lebih menekankan dan membatasi pada demokrasi tingkat pedesaan sebab sejauh ini masih banyak kekurangan yang muncul dalam pesta demokrasi tingkat desa sebut saja pemilihan kepala desa masih banyak kejanggalan yang muncul dan kemudian munculnya karena lemahnya aturan-aturan yang selama ini menjadi acuan dalam setiap kontestasi pemilihan ditingkat desa. Adapun aturan yang telah rumuskan oleh pemerintah mulai dari undang-undang tentang pemelihan kepala desa, permendagri dan perda hanya sampai mengatur pada persoalan teknis sampai pada hari H pemilihan belum terlalu jauh mengatur setelah kontestasi usai, misalnya sanksi apa yang tepat jika muncul masalah di lapangan yang melanggar uu, permendagri dan perda. Contoh masalah yakni adanya pemilih yang masih belum cukup umur (dibawah umur 17 tahun) dan belum menikah sementara anjuran dalam undang-undang yang mempumyai hak suara seharusnya sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah yang dibuktikan dengan data kependudukan yang sah. Disamping itu masalah yang sering mewarnai demokrasi ditingkat Desa adalah pemilih siluman atau biasa kita sebut sebagai penggelembungan suara, hal ini jelas melanggar karena berpeluang munculnya pemilih ganda. Inilah wajah demokrasi kita ditingkat Desa yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintan agar betul-betul tercipta yang namanya demokrasi yang bersih dinegeri ini hingga ke pedesaan. 



Hari ini: Jhuned mengandalkanmu

Jhuned Bhantong membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Selamatkan demokrasi di tingkat desa". Bergabunglah dengan Jhuned dan 22 pendukung lainnya hari ini.