Save BKMM Makassar

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Saat ini BKMM (Balai Kesehatan Mata Masyarakat) Makassar Rencana Akan digabung (Merjer) dengan Rumah Sakit Khusus Kusta Makassar (RSK.Tajuddin Chalik Makassar), Rencana ini Sangat Merugikan masyarakat dikawasan timur indonesia karena peluang kawasan timur indonesia untuk memiliki rumah sakit khusus mata sebagai pusat rujukan sudah tidak ada, sebagaimana diketahui bahwa sejak tahun 2015 BKMM Makassar telah didorong untuk meningkatkan status kelembagaannya menjadi rumah sakit khusus mata, maka sejak tahun 2015 segala upaya telah dilakukan untuk memenuhi standar kwalifikasi sebagai rumah sakit khusus mata.

Dalam upaya memenuhi kwalifikasi sebagai rumah sakit khusus mata pemerintah dalam hal ini kementerian kesehatan telah melakukan investasi besar-besaran di BKMM Makassar seperti perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana (Pembagunan Gedung Baru 5 Lantai serta pengadaan Alat2 kedokteran dengan tehnologi canggih yang tentunya dengan nilai puluhan miliyar)

BKMM (Balai Kesehatan Mata Masyarakat) Makassar adalah Garda terdepan dalam upaya pemberantasan Kebutaan, memiliki wilayah kerja di 15 Propinsi kawasan timur Indonesia yang meliputi Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Papua dan papua Barat. Jika BKMM diliguidasi siapa yang akan melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi BKMM Makassar di 15 Propinsi tersebut? Sementara angka kebutaan di Indonesia masih tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya.

Di Indonesia hasil survei kebutaan dengan menggunakan metode Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang baru dilakukan di 3 provinsi (NTB, Jabar dan Sulsel)  tahun 2013 -2014 didapatkan prevalensi kebutaan pada masyarakat usia > 50 tahun rata-rata di 3 provinsi tersebut  adalah 3,2 % dengan penyebab utama adalah katarak (71%).

Diperkirakan setiap tahun kasus baru buta katarak akan selalu bertambah sebesar 0,1% dari jumlah penduduk atau kira-kira 250.000 orang/tahun. Sementara itu penanganan kasus katarak setiap tahun diperkirakan baru mencapai 180.000/tahun sehingga setiap tahun selalu bertambah backlog katarak sebesar lebih kurang 70.000. Jika kita tidak segera mengatasi backlog katarak ini maka angka kebutaan di Indonesia semakin lama akan semakin tinggi.

Besarnya backlog katarak disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah karena akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata masih terbatas terutama di daerah-daerah terpencil, perbatasan dan  kepulauan yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan dan SDM kesehatan yang memadai termasuk keberadaan dokter spesialis mata.