Regulasi Yang Adil Bagi Mitra Pengemudi Transportasi Online #FairerFare

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Di Indonesia, perusahaan seperti Gojek, Grab dan Uber dapat mengekploitasi tenaga kerja tanpa adanya batasan hukum. Peraturan Menteri Perhubungan mengenai transportasi online hanya mengatur hal-hal teknis seperti batas tarif uji kelayakan kendaraan untuk taksi online. Aturan ini pun dibatalkan baru-baru ini oleh Mahkamah Agung. (Aulia Nastiti, Mahasiswi Doktoral Ilmu Politik dari Northwestern University)  Klik disini untuk baca selengkapnya 

English Version

In Indonesia, the middleman companies (Grab, Uber, and Gojek) are under almost no legal constraints in exploiting workers. A new ministerial decree on ride-hailing services covers only technical aspects, such as price caps and vehicle requirements in online taxis. However, the Supreme Court recently annulled this regulation. (Aulia Nastiti, Ph.D Student in Political Sciene, Northwestern University) Read more

This petition demands the Government of the Republic of Indonesia to regulate online transportation business for #FairerFare and better protection of all drivers.

Balada pengemudi transportasi online:

  1. Jarak jemput 3-7 kilometer untuk trip yang hanya tidak sampai 2 kilometer, dibayar 10ribuan saja
  2. Jarak jemput 3 kilometer untuk trip 3 kilometer dengan jumlah penumpang 4 orang dibayarnya 12ribuan saja (Lebih murah dari naik metromini, ya)
  3. Penumpang yang batalkan order, sistem yang batalkan order, semua salah pengemudi dan presentasi performa langsung turun
  4. Dari tengah kota Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta, hampir dua jam di jalanan karena macet, dibayarnya cukup Rp80,000-an saja (Murah meriah! Penumpang bahagia, pengemudi menderita)
  5. Karena sistem yang error, penumpang komplain nopol kendaraan dan pengemudi berbeda dengan yang diaplikasi, kemudian pengemudi hanya diberi satu bintang dan pengemudi tersebut yang tidak tahu apa-apa langsung suspended tanpa tahu apa penyebabnya
  6. Pengemudi tiba di lokasi penjemputan sesuai aplikasi, kemudian penumpang membatalkan tanpa adanya konsekuensi. Presentasi performa pengemudi turun seketika! Lagi-lagi semua salah pengemudi!
  7. Dll

Saya dan setiap pengemudi transportasi online, baik motor atau mobil, yang telah membaca artikel  dan poin-poin di atas langsung membenarkan isi artikel tersebut. Berada di jalanan dari pagi hingga dini hari lagi namun tidak menghasilkan pendapatan yang layak akibat tidak adanya aturan jelas mengenai tarif transportasi online di Indonesia. Tarif yang sangat murah dinikmati penumpang sementara pengemudi mesti menanggung biaya bahan bakar, perawatan, dan asuransi kendaraannya sendiri. 

Pemerintah mesti segera turun tangan untuk mengeluarkan regulasi yang melindungi dan tarif yang berkeadilan bagi pengemudi transportasi online di Indonesia. 



Hari ini: Frans mengandalkanmu

Frans Asisi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Regulasi Yang Adil Bagi Mitra Pengemudi Transportasi Online #FairerFare". Bergabunglah dengan Frans dan 80 pendukung lainnya hari ini.